Modifikasi Tangki, 4 Warga Ditangkap

Polres Bireuen di bawah unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim mengamankan empat orang yang diduga melakukan modifikasi tangki

Modifikasi Tangki, 4 Warga Ditangkap
SERAMBI/RIZWAN
Kendaraan antrean membeli solar subsidi (biosolar) di SPBU Kuta Padang, Meulaboh, Aceh Barat, Jumat (28/9). Antrean kendaraan juga terjadi di SPBU Pasi Pinang dan SPBU Manekroo karena terjadi kelangkaan solar subsidi.SERAMBI/RIZWAN 

* Premium Dijual Kembali

BIREUEN - Polres Bireuen di bawah unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim mengamankan empat orang yang diduga melakukan modifikasi tangki mobil agar dapat membeli BBM jenis premium melebihi kapasitas normal. Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dalam penyalahgunaan undang-undang minyak dan gas itu. Mereka ditangkap di kawasan Desa Bugeng, Peudada, Bireuen, Rabu (9/1) lalu.

Empat orang ditangkap oleh tim yang dipimpin KBO Reskrim Ipda Syafaruddin, kata Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama SH, adalah Syah (23) wiraswasta, Muks (25) mahasiswa. Keduanya warga Desa Geulumpang Payong, Jeumpa. Kemudian M Nas (56) berstatus PNS, warga Desa Blang Cot Baroh, Jeumpa dan Mukh (42) juga PNS, warga Desa Uteun Sikeumbong, Peulimbang.

Terkait penangkapan, kata Kasat Reskrim kepada Serambi, Jumat kemarin, awalnya tim lapangan menerima informasi dari masyarakat tentang dugaan adanya mobil yang tangkinya sudah dimodifikasi untuk membeli premium di salah satu SPBU kawasan Peudada.

Mendapat informasi tersebut, dibentuklah unit kecil yang dipimpin Ipda Syafaruddin bersama sejumlah anggota. Mereka pun bergerak ke lokasi. Sesampai di kawasan itu tim melakukan pengamatan terhadap kendaraan yang diduga tangkinya sudah dimodifikasi agar muatan BBM melebihi kapasitas normal.

Beberapa saat kemudian, mobil yang diduga tangkinya sudah dirancang sedemikian rupa bergerak meninggalkan SPBU. “Saat itu petugas meminta kendaraan yang diduga untuk berhenti, kemudian dilakukan interograsi awal oleh tim,” ujar Kasat. Akhirnya mereka mengaku bahwa BBM jenis premium tersebut dibeli untuk dijual kembali ke pedagang kecil atau kios pengecer. Namun, kegiatan mereka tidak mengantongi izin dari pemerintah, sehingga dikategorikan pelanggaran hukum.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni satu unit mobil Feroza BL 355 AQ yang tangkinya sudah dimodifikasi dan berisi 80 liter BBM jenis premium, satu unit mobil Daihatsu Grandmaz pikap Nopol B 9219 SAH, tangkinya juga sudah dipermak berisi 100 liter premium.

Kemudian satu unit Daihatsu Feroza BL 847 LV, tangki juga sudah dimodifikasi dan mampu menampung 100 liter minyak. Satu unit lagi mobil Feroza BL 1302 LK berwarna biru bersama 50 liter BBM.(yus)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved