Kecelakaan di Suak Puntong Murni Pengaruh Narkoba

Kecelakaan maut yang terjadi di gampong Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya

Kecelakaan di Suak Puntong Murni Pengaruh Narkoba
Foto/dokumen Polres Nagan Raya
Satu unit mobil Jazz yang mengalami kecelakaan setelah terjadi tabrakan dengan sepeda motor di Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Jumat (11/1). Foto/dokumen Polres Nagan Raya. 

SUKA MAKMUE - Kecelakaan maut yang terjadi di gampong Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, pada Jumat (11/1) lalu murni disebabkan pengaruh narkoba jenis sabu-sabu yang dikonsumsi oleh sopir mobil Honda Jazz BK 1731 ZL, Amir Mahmud (50). Dalam mobil itu polisi menemukan satu alat pengisap sabu-sabu atau bong dan dari tiga penumpang dua di antaranya berhasil melarikan diri, termasuk seorang wanita yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Sedangkan satu orang sopir dan satu penumpang berhasil diamankan pada hari itu meski satu penumpang sempat hendak melarikan diri, namun berhasil ditangkap. Akibat kecelakaan maut itu dua pegendara sepeda motor tewas di tempat setelah disambar mobil Jazz.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyarto melalui Kasat Narkoba AKP Nazaruddin kepada Serambi, Minggu (13/1) mengatakan, sopir mobil Jazz Amir Mahmud, warga Gampong Blang Panyang, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya yang menabrak pengguna sepeda motor hingga tewas di tempat itu murni sebagai pemakai dan penyebab kecelakaan murni dari pengaruh sabu-sabu. Pada pagi itu sopir dan penumpang mengonsumsi sabu-sabu secara bersama-sama yang dibuktikan dengan adanya alat pengisap sabu yang ditemukan di dalam mobil Jazz merah. Ini sesuai dengan pengakuan sopirnya maupun setelah dibuktikan melalui tes urine.

“Sejauh ini kita dari pihak kepolisian hanya menyita bong atau alat pengisap sabu-sabu-sabu saja sebagai barang bukti yang ditemukan dalam mobil Jazz itu, sedangkan barang bukti lainnya berupa narkoba tidak ditemukan,” kata AKP Nazaruddin.

Ia tambahkan, dari empat penumpang di dalam mobil Jazz tersebut, dua di antaranya sempat melarikan diri meskipun polisi telah berusaha mengejarnya pada hari itu juga. Tapi tidak berhasil ditangkap. Sedangkan sopirnya Amir Mahmud berhasil diamankan pada hari itu ke Mapolres Nagan Raya beserta seorang penumpang yang diduga juga sebagai pemakai sabu-sabu, selain satu orang sopir polisi tidak menyebutkan identitas tiga penumpang lainnya.

“Dari hasil tes urine terbukti bahwa mereka adalah murni sebagai pemakai narkoba, baik sopir dan satu penumpang yang sudah diamankan,” kata AKP Nazaruddin.

Sebelumnya diberitakan , dua pengendara sepeda motor tewas menegenaskan dalam kecelakaan maut di jalan nasional lintas Meulaboh-Tapaktuan di Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, Jumat (11/1/2019). Kecelakaan maut tersebut setelah sebelumnya terjadi tabrakan antara mobil jenis Honda Jazz BK 1731 ZL dengan tiga sepmor sekaligus dalam posisi berlawanan arah.

Dua orang yang meninggal tersebut masing Diki Mauliza (36), pengendara sepmor Supra BL 5936 EA, warga Desa Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Berikutnya adalah Ali Masdi (47), warga Desa Kuala Tripa, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya yang meninggal di tempat akibat patah tulang paha dan mengeluarkan darah dari mulut setelah sepeda motornya Beat BL 5875 VM ikut ditabrak.

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB tersebut turut menyebabkan seorang pengendara sepmor lainnya kritis, setelah ditabrak oleh sebuah mobil yang melaju kencang dari arah Tapaktuan menuju arah Meulaboh.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyarto melalui Kasat Lantas AKP Usman mengatakan, peristiwa itu berawal saat mobil Jazz yang dikendarai Amir Mahmud melaju dari arah Tapaktuan menuju Meulaboh itu dalam kecepatan tinggi. Tanpa disadari, sesampainya di lokasi kejadian (Suak Puntong) sopir Jazz melaju terlalu ke kanan, sehingga menabrak tiga sepmor yang sedang bergerak dari arah Meulaboh menuju Tapaktuan.

Yang pertama ditabrak sopir Jazz adalah sepmor Supra BL 5936 EA, kemudian sepmor Kawasaki, dan berikutnya menabrak sepmor Beat BL 5875 VM yang saat itu sedang beriringan satu arah. Ketiga unit sepmor dan mopen Jazz itu tak bisa lagi mengelak dan saling terpental hingga masuk ke dalam parit sebelah kanan jalan dari arah Tapaktuan.

Pengemudi Honda Jazz, Amir Mahmud, warga Desa Blang Panyang, Kecamatan Seunagan Timur, Nagan Raya dalam kondisi sehat dan tak mengalami apa-apa. Pengendara sepeda motor Supra, Diki Maulizar (36), warga Desa Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat yang merupakan pegawai Bank Aceh, mengalami pendarahan di kepala, luka terbuka di dada sebelah kanan, sobek di paha kanan, tulang di paha kanan patah, sehingga yang bersangkutan meninggal di tempat. (c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved