SBY: Berdosa Kita Kalau Usai Konflik Aceh tak Sejahtera

Presiden Keenam Republik Indonesia, Dr Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh

SBY: Berdosa Kita Kalau  Usai Konflik Aceh tak Sejahtera
SERAMBI/ SUBUR DANI
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpidato di hadapan masyarakat Pusong Lama, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Jumat (25/1/2019). SERAMBI/ SUBUR DANI 

* Disambut Hangat di Pantai Timur

LHOKSEUMAWE - Presiden Keenam Republik Indonesia, Dr Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh serta segenap komponen bangsa ini untuk bersungguh-sungguh mengisi perdamaian Aceh yang sudah diupayakan dengan susah payah pada saat ia memimpin Indonesia.

“Allah telah kabulkan permintaan kita, ya Allah lestarikan kedamaian di bumi Aceh ini. Kita bersalah dan berdosa apabila setelah diberikan keamanan dan kedamaian kita tidak mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh,” ujar SBY di Pantonlabu, Aceh Utara, Jumat (25/1).

Pantauan Serambi, dalam lanjutan tur hari kedua kemarin, SBY dan rombongan berangkat dari tempat penginapannya di Aceh Timur menyusuri jalan Banda Aceh-Medan, hingga ke Lhokseumawe. Iring-iringan mobil rombongan tur SBY dengan tema Tour De Toba-Seulawah mengular sepanjang jalan.

SBY sempat singgah di SPBU Pantonlabu, di sana tak kurang dari seribuan warga menanti kedatangan SBY dan Ani Yudhoyono. “SBY, SBY, SBY,” teriak warga lintas usia. SBY disambut oleh tokoh Aceh Utara, Syafruddin dan anaknya yang juga kader Demokrat, Rian F Syahruddin, beserta imam besar, dan para tokoh masyarakat.

Turun dari mobil yang ditumpanginya, SBY dan Ani Yudhoyono langsung dikerumuni warga. “Asalamualaikum,” sapa SBY sambil menyalami warga. Selawat Badar pun berkumandang saat SBY dan Ani tiba di lokasi. Di sini, Presiden ke-6 RI ini mengenang kerja keras bersama untuk mewujudkan perdamaian di Aceh, untuk membangun Aceh pascagempa dan tsunami.

Di sela-sela keramaian itulah SBY berucap, “Kita bersalah dan berdosa apabila setelah diberikan keamanan dan kedamaian kita tidak mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh.”

SBY kemudian melanjutkan perjalanan ke Lhokseumawe dan langsung menuju Masjid Islamic Center Lhokseunawe untuk menunaikan shalat Jumat bersama umat. Tiba di Islamic Center, SBY langsung disambut antusias masyarakat. Mengenakan koko putih dan peci hitam, SBY berdiri di saf terdepan bersama putra bungsunya yang juga Anggota DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono. Juga terlihat Dr Andi Alfian Malaranggeng, Anggota DPR RI dari Aceh, Muslim SH, Teuku Riefky Harsya, dan para tokoh lainnya yang juga menunaikan shalat Jumat di sana.

SBY benar-benar dinanti oleh jamaah, sampai-sampai SBY kesusahan saat ke luar dari masjid menuju ke mobil. Begitu pun, SBY dan Edhie Baskoro tetap berusaha menyalami warga yang menanti mereka di pintu depan masjid.

Kedatangan SBY bersama istrinya, Ani Yudhoyono dan segenap petinggi dan kader Partai Demokrat ke Aceh disambut hangat masyarakat. Kehadirannya cukup ditunggu-tunggu, apalagi sosok SBY memang tidak asing di Aceh, mengingat banyak hal telah ditorehnya untuk Aceh, khususnya soal perdamaian, rekonstruksi, dan rehabilitasi Aceh pascagempa dan tsunami.

Halaman
123
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved