SBY: Berdosa Kita Kalau Usai Konflik Aceh tak Sejahtera
Presiden Keenam Republik Indonesia, Dr Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh
* Disambut Hangat di Pantai Timur
LHOKSEUMAWE - Presiden Keenam Republik Indonesia, Dr Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh serta segenap komponen bangsa ini untuk bersungguh-sungguh mengisi perdamaian Aceh yang sudah diupayakan dengan susah payah pada saat ia memimpin Indonesia.
“Allah telah kabulkan permintaan kita, ya Allah lestarikan kedamaian di bumi Aceh ini. Kita bersalah dan berdosa apabila setelah diberikan keamanan dan kedamaian kita tidak mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh,” ujar SBY di Pantonlabu, Aceh Utara, Jumat (25/1).
Pantauan Serambi, dalam lanjutan tur hari kedua kemarin, SBY dan rombongan berangkat dari tempat penginapannya di Aceh Timur menyusuri jalan Banda Aceh-Medan, hingga ke Lhokseumawe. Iring-iringan mobil rombongan tur SBY dengan tema Tour De Toba-Seulawah mengular sepanjang jalan.
SBY sempat singgah di SPBU Pantonlabu, di sana tak kurang dari seribuan warga menanti kedatangan SBY dan Ani Yudhoyono. “SBY, SBY, SBY,” teriak warga lintas usia. SBY disambut oleh tokoh Aceh Utara, Syafruddin dan anaknya yang juga kader Demokrat, Rian F Syahruddin, beserta imam besar, dan para tokoh masyarakat.
Turun dari mobil yang ditumpanginya, SBY dan Ani Yudhoyono langsung dikerumuni warga. “Asalamualaikum,” sapa SBY sambil menyalami warga. Selawat Badar pun berkumandang saat SBY dan Ani tiba di lokasi. Di sini, Presiden ke-6 RI ini mengenang kerja keras bersama untuk mewujudkan perdamaian di Aceh, untuk membangun Aceh pascagempa dan tsunami.
Di sela-sela keramaian itulah SBY berucap, “Kita bersalah dan berdosa apabila setelah diberikan keamanan dan kedamaian kita tidak mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh.”
SBY kemudian melanjutkan perjalanan ke Lhokseumawe dan langsung menuju Masjid Islamic Center Lhokseunawe untuk menunaikan shalat Jumat bersama umat. Tiba di Islamic Center, SBY langsung disambut antusias masyarakat. Mengenakan koko putih dan peci hitam, SBY berdiri di saf terdepan bersama putra bungsunya yang juga Anggota DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono. Juga terlihat Dr Andi Alfian Malaranggeng, Anggota DPR RI dari Aceh, Muslim SH, Teuku Riefky Harsya, dan para tokoh lainnya yang juga menunaikan shalat Jumat di sana.
SBY benar-benar dinanti oleh jamaah, sampai-sampai SBY kesusahan saat ke luar dari masjid menuju ke mobil. Begitu pun, SBY dan Edhie Baskoro tetap berusaha menyalami warga yang menanti mereka di pintu depan masjid.
Kedatangan SBY bersama istrinya, Ani Yudhoyono dan segenap petinggi dan kader Partai Demokrat ke Aceh disambut hangat masyarakat. Kehadirannya cukup ditunggu-tunggu, apalagi sosok SBY memang tidak asing di Aceh, mengingat banyak hal telah ditorehnya untuk Aceh, khususnya soal perdamaian, rekonstruksi, dan rehabilitasi Aceh pascagempa dan tsunami.
Decak kagum masyarakat dengan sosok Presiden Ke-6 Republik Indonesia ini sudah terlihat sejak ia tiba di Aceh Tamiang pada Kamis (24/1). Ribuan masyarakat dan kader partainya berkumpul di Gedung Olahraga Aceh Tamiang, di sana SBY dan Ani Yudhoyono dikerumuni, masyarakat berebut untuk melihat keduanya dari dekat, berebut salaman, dan foto bersama.
Amatan Serambi sejak hari pertama mengikuti kegiatannya di Aceh, tak kurang seribuan orang berkumpul di setiap lokasi yang akan disinggahi mantan Menkopolhukam pada era Presiden Megawati Soekarnoputri tersebut.
Sepanjang pantai timur mulai dari Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, hingga di Lhokseumawe kemarin, masyarakat terlihat sangat antusias melihat dari dekat alumnus Management Webster University Missouri, Amerika Serikat itu.
Jumpa nelayan
Agenda terakhir SBY di Lhokseumawe kemarin sore adalah bersilaturahmi dengan masyarakat dan para nelayan di kawasan Pusong Lama, Kecamatan Banda Sakti. Ratusan warga tumpah ruah memadati areal pelabuhan pendaratan ikan gampong tersebut, tempat silaturahmi berlangsung.
Setelah mendengarkan aspirasi masyarakat, SBY kemudian mengurai narasi sejarah konflik Aceh dan jalan menuju perdamaian Aceh, serta musibah tsunami yang terjadi di Aceh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ketua-umum-partai-demokrat-susilo-bambang-yudhoyono-sby-berpidato.jpg)