Minggu, 10 Mei 2026

Badai Kering Landa Singkil

Badai kering atau angin kencang tanpa disertai hujan melanda wilayah Aceh Singkil

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Atap rumah Samsiah penduduk Kampung Baru, Singkil Utara, Aceh Singkil, terbang tersapu angin 

* Picu Gelombang Tinggi

SINGKIL - Badai kering atau angin kencang tanpa disertai hujan melanda wilayah Aceh Singkil, Minggu (27/1) kemarin. Kondisi itu memicu terjadinya gelombang tinggi di lautan, sehingga nelayan yang sedang melaut kocar-kacir menuju tepian.

Nelayan setempat menjelaskan, badai kering merupakan kondisi cuaca ekstrem berupa angin kencang yang memicu gelombang tinggi di laut, namun tanpa disertai hujan. “Tidak ada hujan tapi angin sangat kencang sehingga menyebabkan ombak besar,” kata Oji, warga Ketapang Indah, Singkil Utara kepada Serambi, Minggu (27/1).

Timbulnya badai kering, ujarnya, sangat mengganggu aktivitas nelayan dalam menangkap ikan. Pasalnya, di Perairan Singkil saat ini sedang musim ikan cencaru (megalaspis cordyla) yang dalam bahasa setempat disebut ikan tegang ekor. Namun, karena terjadinya badai membuat belasan nelayan yang sedang asyik menangkap ikan dengan teknik trolling (mancing yang dilakukan di atas kapal atau perahu dengan posisi kapal berjalan) harus bertarung dengan gulungan ombak menuju daratan.

Besarnya amukan badai kering juga sangat mencemaskan keluarga nelayan. Jamadan, nelayan asal Gosong Telaga Barat, Singkil Utara mengaku, dia berusaha mencari tahu kondisi anaknya yang sedang melaut. “Saat aku sampai ke muara, anak masuk juga ke muara. Cemas aku melihat cuaca seperti ini,” ujar Jamadan yang dijumpai Serambi di muara sungai, kemarin.

Amukan badai kering dirasakan hingga ke Anak Laut yang berada di kawasan Gosong Telaga Barat. Imbasnya, para nelayan harus berulang kali menguatkan ikatan perahu mereka serta harus membuang air lantaran hempasan ombak masuk sampai ke perahu.

Sementara itu, para nelayan mengaku, datangnya badai kering sangat sulit diprediksi, lantaran munculnya tiba-tiba. Berbeda dengan badai disertai hujan deras yang lebih mudah diduga karena ada tanda-tanda alam yang bisa dibaca. “Badai yang disertai hujan, biasanya ditandai dengan munculnya gulungan awan hitam. Sehingga nelayan sudah bisa memprediksi kehadirannya. Tapi, badai kering ini aneh, tiba-tiba saja terjadi,” tukas nelayan setempat.(de)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved