Natural Aceh Masukkan Darson, Pasien Miskin dari Simeulue dalam Program Jaminan Penghasilan

Natural Aceh berharap bisa membantu Darson beserta keluarga dengan memasukkan yang bersangkutan dalam program JPA.

Natural Aceh Masukkan Darson, Pasien Miskin dari Simeulue dalam Program Jaminan Penghasilan
Foto kiriman warga
Darson (30), pasien miskin penderita tumor dari Simeulue. 

Laporan Nasir Nurdin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Simpati untuk Darson (30), pasien miskin penderita turmor dari Desa Padang Unoi, Kecamatan Salang, Kabupaten Simeulue terus mengalir. Sejak 22 Januari 2019, Darson menjalani perawatan di RSUDZA Banda Aceh.

Merespons kondisi dan informasi memprihatinkan tentang Darson, Ketua Lembaga Riset Natural Aceh, Zainal Abidin Suarja menilai sangat layak yang bersangkutan dimasukkan sebagai peserta program Jaminan Penghasilan Aceh (JPA).

“Lembaga filantropi Natural Aceh berharap bisa membantu Darson beserta keluarga dengan memasukkan yang bersangkutan dalam program JPA,” kata Zainal kepada Serambinews.com, Kamis (31/1/2019).

Baca: Darson, Warga Miskin dari Simeulue Ini Berjuang Melawan Tumor Ganas

Baca: Tim Bedah RSUZA Berhasil Angkat Tumor Ganas Darson

Baca: Rumah Darson Penderita Tumor Berlantai Tanah

Zainal Abidin Suarja yang juga pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Aceh menjelaskan, program sosial JPA ini telah berjalan sejak Januari 2018 di Aceh, dan dikhususkan untuk para pekerja informal guna membantu kondisi keuangan mereka ketika sakit tidak bisa bekerja.

Dalam penilaian Zainal, kondisi Darson saat ini sebagai kepala keluarga yang bekerja serabutan sudah pasti tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarganya.

Jika sudah masuk program JPA, maka selama sakit dan dirawat, keluarga yang bersangkutan akan mendapatkan bantuan santunan tunai Rp 100.000 per hari sebagai pengganti penghasilannya karena sakit.

“Insya Allah ini bisa membantu pihak keluarga baik untuk kehidupan sehari-hari atau operasional selama menjaga dan merawat di rumah sakit,” kata Zainal.

Menurut Zainal, anggota JPA selain mendapatkan santunan Rp 100.000 per hari sebagai pengganti penghasilan selama sakit, juga bantuan Rp 2,5 juta jika harus menjalani operasi, dan Rp 2,5 juta jika meninggal dunia.

Baca: Masyarakat Simeulue Galang Dana untuk Darson

Baca: Sel Darah Putih Pasien Tumor Asal Simeulue Terlalu Tinggi, Ini yang Dilakukan Dokter

Selain itu, lanjut Zainal, jika sedang bekerja mengalami kecelakaan dan meninggal dunia, program ini juga memberikan bantuan Rp 20 juta sebagai bantuan modal usaha untuk keluarga yang ditinggalkan.

Selain berlaku di Aceh, JPA juga bisa dipakai di seluruh fasilitas kesehatan (faskes) se-Indonesia baik itu pemerintah mapun swasta.

“Artinya, ketika warga Aceh harus dirujuk ke Medan atau Jakarta, santunannya akan tetap bisa didapatkan,” ujar Zainal.

Pendaftaran untuk menjadi peserta program JPA bisa ke Kantor Pusat Natural Aceh di Banda Aceh atau koordinator cabang di daerah-daerah, dan bisa juga ke bank mitra (BPRS Hikmah Wakilah).

“Tidak ada persyaratan yang rumit untuk peserta program ini. Cukup kirim fotocopy KTP baik secara langsung maupun via WA, ditambah biaya pendaftaran Rp 130.000 yang bisa dicicil, serta data NIK KTP yang dibutuhkan untuk mengambil informasi yang bersangkutan di sistem aplikasi,” demikian Zainal.(*)

Penulis: Nasir Nurdin
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved