Tafakur

Terhapusnya Alquran

Hari kiamat tak akan terjadi sebelum Alqur’an kembali ke asalnya, sehingga gema alquran berdengung di sekitar `Arasy’

Terhapusnya Alquran
Alquran kuno yang dipamerkan di Anjungan Gayo Lues 

Oleh Jarjani Usman

“Hari kiamat tak akan terjadi sebelum Alqur’an kembali ke asalnya, sehingga gema alquran berdengung di sekitar `Arasy’ seperti dengungan lebah. Kemudian Allah SWT bertanya, `Ada apa denganmu?’ Alquran menjawab, `Dari-Mu aku keluar dan kepada-Mu aku kembali. Aku dibaca, tetapi tidak diamalkan,’ Pada ketika itulah Alquran diangkat ke haribaan Allah” (HR. ad Dailami).

Ada perasaan takut yang luar biasa ketika disebutkan akan terhapusnya Alquran di muka bumi ini. Apalagi itu petunjuk yang utama bagi kita. Namun sayangnya, banyak di antara kita yang tak merasa takut bila sengaja menghapus Alquran dari dalam diri kita setiap hari.

Tak sedikit orang yang berusaha menghapus ayat-ayat Alquran dari kehidupannya. Misalnya, walaupun faham bahwa Allah pernah berpesan agar kita tidak memandang rendah orang lain, tidak munafik, tidak mencampurkan-adukkan yang halal dengan yang haram, dan lain-lain, banyak yang mengabaikannya.

Demikian juga dalam beribadah. Haji atau umrah dijadikan perbuatan riya’ atau menampak-nampakkan dan bisnis semata. Kemampuan membaca Alquran dijadikan bisnis dan pertandingan kehebatan.

Akibatnya, pesan-pesan Allah tak diamalkan. Corak kehidupan sehari-hari penuh warna kebencian, caci-maki, dan berbagai keburukan lain. Hidup yang singkat ini pun terasa sesak dan lebih singkat karena banyak tersita untuk mengurus dosa-dosa seperti itu.

Yang tertinggal hanya Alquran dalam bentuk tulisan-tulisan atau bahkan hafalan-hafalan sebatas tenggorokan. Padahal yang sangat diharapkan adalah penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved