Perampokan Bersenjata

Komplotan Bersenjata Rampok Truk Rokok di Peudada, Mulut Korban Dilakban, Tangan dan Kaki Diikat

Tanpa diduga kata Armiadi, sejumlah orang langsung turun mendekati mobil mereka dan menodongkan senjata ke arah.

Komplotan Bersenjata Rampok Truk Rokok di Peudada, Mulut Korban Dilakban, Tangan dan Kaki Diikat
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Sopir dan dua sales mobil box yang dihadang di Peudada, Rabu (13/2) sedang memberikan keterangan di SPKT Polres Bireuen. 

Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Satu unit mobil box jenis Mitsubishi Fuso BL 8243 GA dari arah Medan tujuan Samalanga dihadang di ruas jalan nasional kawasan Desa Gampong Mulia (Bugeng) Peudada Bireuen sekitar pukul 12.45 WIB, Selasa (12/2/2019) oleh sejumlah orang yang menggunakan kendaraan minibus Avanza putih.

Sopir truk tersebut bernama Armiadi (35) warga Desa Mesjid Punteut, Kecamatan Blang Mangat Aceh Utara kepada Serambinews.com, Rabu (13/2/2019) yang sedang memberikan keterangan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) mengatakan, mereka berangkat dari Lhokseumawe dengan membawa 300 kotak rokok bersama dua orang sales.

Baca: Sudah Lama Dipendam, Ustadz Yusuf Mansur Akhirnya Pilih Terang-terangan Dukung Jokowi, Ini Alasannya

Baca: Presiden ILC Karni Ilyas Protes saat Nusron Wahid Sebut Terkait Potret Hukum, Ini Namanya Suudzon

Baca: Sejumlah Tokoh Tanggapi Penetapan Slamet Maarif jadi Tersangka, Jusuf Kalla hingga Sandiaga Uno

Setiba di kawasan itu, ada sejumlah kendaraan mendahului diberikan jalan, kemudian muncul satu unit Avanza juga minta jalan, seperti biasa ada ia memberikan ruang. Namun kendaraaan itu langsung menyalip dan berhenti melintang di depan mereka yang jaraknya sekitar 6-10 meter.

Untuk menghindari tabrakan, maka ia berhenti di belakang Avanza tersebut.

Tanpa diduga kata Armiadi, sejumlah orang langsung turun mendekati mobil mereka dan menodongkan senjata ke arah.

“Kami bertiga diperintahkan turun dan didorong ke dalam mobil mereka. Ketika dalam mobil mata kami ditutup dengan lakban, tangan dan kaki juga diikat, kami melawan senjata diarahkan ke kami,” ujarnya diamini dua temannya.

Dalam perjalanan diperkirakan hanya 2 Km, terdengar perintah putar haluan dan balik arah.

Mereka didalam dengan rasa takut terpaksa diam saja. Saat dalam mobil pelaku menggeledah isi kantong dan mengambil HP mereka.

“Uang pribadi saya Rp 200 ribu diambil, uang operasional di kantong Hari Syahrian Rp 2 juta lebih juga diambil dan uang milik Teuku Ilhami Rp 300 ribu juga disikat mereka,” ujarnya.

Bahkan, dalam perjalanan kepala mereka sering dipukul dengan gagang senjata bila bergerak.

Tiba-tiba mobil berhenti dan mereka disuruh turun.

“Kami diturunkan di perkebunan sawit kawasan perkebunan di Langsa, kami e
nggak tahu desa mana," ujarnya.
Dua sales rokok bernama Hari Syahrian (37) warga Jalan Malikussaleh, Kampung Jawa, Lhokseumawe dan Teuku Ilhami (21), warga Desa Tualang, Peureulak Aceh Timur usai diturunkan menyeberang jalan dan mendekati salah satu kios terdekat.

Mereka meminjamkan HP dan mereka menghubungi keluarga dan kemudian menghubungi kantor di Lhokseumawe.(*)

Penulis: Yusmandin Idris
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved