5 Santri Terseret Ombak, 3 Tewas

Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Tiga santriwati Dayah Al-Ikhlas Abu Ishaq Al-Amiry Lamsayeun, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar

5 Santri Terseret Ombak, 3 Tewas
SERAMBI/M ANSHAR
SANTRI Dayah Al-Ikhlas Abu Ishak Al-Amiri Lamsayeun, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar yang terseret arus di Pantai Syiah Kuala saat dirawat di IGD RSUDZA, BandaAceh, Kamis (14/2). 

* Delapan Lainnya Syok

BANDA ACEH - Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Tiga santriwati Dayah Al-Ikhlas Abu Ishaq Al-Amiry Lamsayeun, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, meninggal setelah terseret arus di Pantai Syiah Kuala, Banda Aceh, Kamis (14/2) sekitar pukul 14.30 WIB. Selain itu, dua orang lagi yang ikut terseret arus berhasil diselamatkan, namun harus dirawat intensif di rumah sakit.

Ketiga santriwati yang meninggal itu adalah Nurhanifah (17), Raisatul Khairah (15), asal Blangbintang, dan Raihan Syakira (17) asal Seulimuem, Aceh Besar.

Delapan santri lainnya yang menyaksikan kejadian itu syok (shock) dan ikut dirawat di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh sejak kemarin sore.

Musibah itu terjadi saat 200-an santriwati bersama ustazah dari dayah kawasan Lambaro, Aceh Besar itu berkumpul di Pantai Syiah Kuala.

Beberapa santri bermain di pinggir pantai yang tidak jauh dari Kompleks Makam Syiah Kuala. Satu di antaranya, Nurhanifah, mandi lebih awal.

Tiba-tiba ia terseret arus dan terlihat oleh empat temannya yang berada di pinggir pantai. Keempatnya langsung berupaya membantu. Di antara empat temannya itu adalah Raisatul Khairah dan Raihan Syakira yang juga ikut terseret arus dan akhirnya meninggal.

Begitu mendapat informasi tentang adanya santriwati yang terseret arus Tim Search and Rescue (SAR) langsung datang ke lokasi. Pencarian korban juga ikut melibatkan personel Polsek Syiah Kuala dan Polairud Polda Aceh, serta warga setempat.

Ditangani intensif
Sementara itu, Kasubbag Infokom RSUZA Banda Aceh, Rahmady SKM, kepada wartawan mengatakan, dua santriwati lainnya yang ikut membantu Nurhalifah namun berhasil diselamatkan, kini masih dalam penanganan intensif di RSUZA, karena kondisi keduanya kritis.

Menurutnya, selain dua santri yang selamat dalam musibah itu, pihak rumah sakit juga menangani delapan santriwati dayah itu yang mengalami syok, setelah mengetahui tiga rekan mereka meninggal dalam musibah tersebut.

“Delapan santriwati lagi masih dalam penanganan medis. Jadi, jumlah seluruhnya yang kami tangani ada 13 orang, termasuk tiga orang yang meninggal,” sebutnya.

Berdasarkan keterangan pimpinan dayah, Tgk Sudirman, tiga santriwati yang meninggal itu dibawa lebih dulu ke dayah untuk dishalatkan sebelum dibawa pulang ke rumah masing-masing.

“Berdasarkan keterangan pihak dayah, jam segitu seharusnya santriwati belum diperkenankan mandi. Saya sendiri sangat sedih begitu tahu kejadian ini,” tutup Rahmady. (mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved