Bocah Penderita Penyempitan Saraf di Peunaron Aceh Timur Butuh Bantuan
Ia juga memberikan semangat kepada Anugerah Agustina agar kuat melawan penyakit yang dideritanya
Penulis: Seni Hendri | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Seni Hendri | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI – Polres Aceh Timur, melalui Petugas Bhabinkamtibmas Polsek Peunaron, Selasa (19/2/2019) menjenguk bocah penderita penyempitan saraf Anugerah Agustina Butar Butar (4) di Dusun Krueng Baung, Gampong Peunaron Lama, Kecamatan Peunaron, Aceh Timur.
Bocah tersebut merupakan putri dari pasangan Marolop Makub Mboru Butar Butar –nama saat ini Rahman setelah masuk Islam-- dengan Kiki Nurianti Nasution di rumahnya
Ketiga petugas Bhabinkamtibmas yang menjenguk bocah tersebut, yakni Aiptu Suherman, Brigadir Syahraja dan Brigadir Andre.
Baca: Demi Ikuti Simulasi UAMBN-BK, Siswa MAS Merdeka Tampor Paloh Arungi Sungai Tamiang Selama 4 Jam
Kedatangan mereka disambut, oleh kedua orang tua bocah tersebut.
Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, melalui Kapolsek Serbajadi, AKP Ahmad Yani, kepada wartawan, Selasa malam, mengatakan, kunjungan ini merupakan eksistensi kepedulian Polsek Serbajadi terhadap masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.
Dalam kunjungan itu, jelas Kapolsek, petugasnya Brigadir Syahraja memberikan semangat serta memotivasi orangtua Anugerah Agustina agar senantiasa bersabar dan berdoa kepada Allah SWT agar putrinya diberikan kesembuhan.
Baca: 21 Mayat Korban Tsunami di Kajhu Dipindahkan, Hanya Tiga Jasad Diketahui Identitasnya
Ia juga memberikan semangat kepada Anugerah Agustina agar kuat melawan penyakit yang dideritanya.
Ibu dari Anugerah Agustina, Kiki Nurianti Nasution mengatakan, pihaknya sudah berupaya mengobati anaknya secara tradisional karena keterbatasan biaya.
“Setelah menjalani pengobatan diketahui putri kami menderita penyempitan saraf. Kami sangat sedih semakin bertambah usia anak kami, kepalanya juga semakin membesar, sejauh ini kami belum mampu mengobatinya secara maksimal,” jelas Kiki.
Baca: Demo Tuntut Transparansi Beasiswa, Mahasiswa Unsam Langsa Bertahan Hingga Malam di Kampus
Kapolsek mengatakan, selain anaknya menderita sakit, keluarga ini juga sangat memprihatinkan secari ekonomi.
Karena itu, mereka sangat membutuhkan perhatian dan bantuan dari pemerintah, dan berbagai pihaknya lainnya untuk proses pengobatan.
“Mereka sangat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah untuk pengobatan demi kesembuhan putrinya. Namun mereka terkendala persyaratan karena tidak memiliki KTP Elektronik dan kartu BPJS,” jelas Ahmad Yani. (*)