Dinkes Pidie Sidak Pasar

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pidie melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pusat pasar Sigli

Dinkes Pidie Sidak Pasar
SERAMBI/NUR NIHAYATI
KADIS Kesehatan Pidie, Effendi MKes melakukan inspeksi mendadak ke pedagang mi di Pasar Sigli, Pidie, Senin (18/2). Pihak Dinkes meminta agar pedagang tidak menggunakan zat kimia. 

* Ada Mie Mengandung Bahan Kimia

SIGLI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pidie melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pusat pasar Sigli, khusus memeriksa bahan pembuat mie kiloan para pedagang. Dari hasil pemeriksaan terhadap sejumlah pedagang, ternyata ada yang menambah pengawet berbahan kimia, sehingga diminta untuk segera tidak menggunakan lagi, karena dapat membahayakan kesehatan.

Hal itu dilaksanakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Pidie, Effendi SSos MKes bersama stafnya, seusai menjadi inspektur upacara bendera di SDN 03 Kota Sigli, Senin (18/2). Dalam sambutannya, dia mengimbau para murid agar tidak jajan sembarangan demi menjaga kesehatan, tetapi pilih jajanan yang sehat dan bersih yang terbungkus.

“Anak- anak saat jajan harus melihat jenis makanan, jangan sembarangan, nanti bisa sakit,” pesannya. Di hadapan murid-murid SD itu, ia juga bertanya pada anak-anak: “Siapa enak makan di rumah sama di kantin? Murid menjawab” di rumah. “Ya lebih baik makan di rumah karena makanan bergizi,” ujar Effendi dengan nada kocak sesekali mengundang ketawa anak-anak.

Pada bagian lain, dia berpesan supaya anak-anak menerapkan hidup bersih dengan menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan. Setelah, menjadi inspektur Kadiskes Jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Pidie melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pedagang mie kiloan di Pasar Sigli, Pidie.

Mie kiloan yang diolah dari tepung untuk dijadikan mie Aceh dijual di warung-warung kedai kopi dan telah menjadi kuliner khas di Aceh karena ada tumis, goreng dan goreng basah serta rebus (berkuah). Effendi di sela-sela sidak tersebut mengatakan, pihaknya belum memberi vonis terkait pengawet digunakan dalam bahan mie itu demi menjaga usaha dagangan seseorang.

Meskipun begitu, sebutnya, pedagang ada yang mengakui menggunakan unsur kimia untuk pengawet, pihaknya telah meminta supaya tidak menggunakan lagi, tetapi mengganti dengan telur.

“Kita masih tahap sosialisasi tentang tidak boleh menggunakan zat kimia dan telah meminta pedagang mengganti dengan telur. Harga mie dijual tentunya lebih mahal, tapi aman dikonsumsi,” ujar Kadiskes Pidie.

Dia menyatakan juga akan melakukan hal serupa ke pasar Grong-grong, Pasar Beureuenun. “Kami sosialisasi lebih dahulu supaya pedagang jangan pakai zat kimia. Bukan maksud menghentikan usaha pedagang,” ujarnya.

Hal ini demi menjaga kesehatan tubuh manusia siapa saja yang suka makan mi. Sebab jika bahan kimia banyak menumpuk dalam tubuh bisa menyebabkan sakit. “Coba lihat sekarang rumah sakit di Pidie semua penuh. Berbagai penyakit akibat makanan dikonsumi diduga tidak sehat,” pesannya.(aya)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved