‘Jembatan Cinta’, Daya Tarik Baru Pantai Pasir Putih

ACEH tak henti memendarkan pesona alam yang menggoda pelancong untuk datang, tersembunyi di balik bebukitan

‘Jembatan Cinta’, Daya Tarik Baru Pantai Pasir Putih
SERAMBI/NURUL HAYATI
SUASANA Pantai Pasir Putih, Lamreh, Krueng Raya, Aceh Besar. Foto direkam Minggu (17/2). 

ACEH tak henti memendarkan pesona alam yang menggoda pelancong untuk datang. Tersembunyi di balik bebukitan, Pantai Pasir Putih semula tak ubahnya hidden paradise persembahan alam Aceh Besar. Kerap dipopulerkan lewat sosial media, membuat destinasi ini mulai bergaung.

Jika beberapa tahun lalu, tempat ini hanya dikunjungi oleh segelintir orang, namun kini pengunjung ‘menyemut’. Meskipun jika berangkat dari Kota Banda Aceh, perjalanan kemari harus ditempuh dalam waktu sekitar satu jam berkendara, namun keindahan yang disuguhkan mulai dari perjalanan dengan gugusan bukit sabana yang mengapit jalan dan sesampai tujuan, tak akan membuat Anda menyesal.

Setidaknya begitulah pemandangan yang terlihat saat Serambi menyambangi Pantai Pasir Putih, Gampong Lamreh, Kecamatan Krueng Raya, Aceh Besar, Minggu (17/2). Adalah ‘jembatan cinta’, daya tarik baru yang membuat pengunjung mengalir ke tempat ini. Lautan manusia tampak menjejali jembatan dengan lansekap hati tersebut. Ya, jembatan kayu itu akan mengantarkan pengunjung melihat pepohonan bakau dari dekat. Pengunjung akan dibuat betah dengan kesejukan yang dihembuskan dedaunan bakau dan air sebening kaca yang memantulkan keelokan akarnya. “Dengar-dengar ada dibikin jembatan di sini, untuk foto-foto. Makanya kemari karena penasaran,” komenter Dana, pengunjung asal Pidie.

Di muka jembatan yang berhadapan langsung dengan pondok-pondok, terdapat dua ‘pintu masuk’. Sehingga pengunjung lebih leluasa mengitarinya. Berburu dan berbagi spot foto dengan para pengunjung lain. Asyiknya lagi, di luar tarif parkir, pengunjung tak dikenakan biaya apapun. Sebuah pamplet bertuliskan ‘maksimal 25 orang’ menegaskan kapasitas jembatan yang sedang ‘naik daun’ tersebut.

Ya, Pantai Pasir Putih memang tengah bersolek, selain ‘menjual’ jembatan cinta sebagai spot foto, tempat ini mulai berbenah dengan dibangunnya rabat beton sepanjang jalan setapak hingga pamplet ‘selamat datang’ yang telah dipugar. Menyusul deretan pondok-pondok yang tengah dipugar dan siap berganti rupa.

Pun begitu, sayangnya fasilitas toilet dan ketersediaan air bersih, masih menjadi hal yang banyak dikeluhkan pengunjung. Selain sampah yang bertebaran dan terkesan belum dikelola dnegan baik. Saking alaminya, di sini kawanan sapi juga kerap lewat dan mengusik pengunjung yang tengah bersantai sembari menyantap makanan di deretan pondok. Pantai Pasir Putih adalah potret destinasi wisata alam yang tengah bermetamormofis menuju wisata digital.

Ya, sejak lama tempat ini dikenal dengan pasir putihnya, pohon-pohon bakau yang ‘membingkai’ garis pantai, serta air laut hijau toska yang menyemburkan kesegaran. Air laut sebening kaca ini, dengan sempurna merefleksikan pantulan pohon bakau yang menjadi magnit yang juga dikenal dengan nama Lhok Me. Jika Anda beruntung, maka Anda akan mendapati pemandangan menakjubkan, saat ‘bola jingga’ yang memendarkan cahaya keemasan, perlahan turun dan mengintip dari celah pohon bakau. Mengantar matahari tenggelam dalam pelukan malam.(nurul hayati)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved