Derita Bayi M Arkan, Kisah Pilu di Samudera Aceh Utara
Setelah diperiksa dokter spesialis anak, dinyatakan penyakit yang diderita M Arkan langka, maka langsung dirujuk ke RSUDZA Banda Aceh.
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Zaenal
“M Arkan dibawa ke Banda Aceh sekitar bulan tujuh tahun 2018 lalu,” ujarnya.
Baca: Penderita Tuna Netra Dapat Bantuan Kursi Roda, Apanon pun Kini Bisa Menghirup Udara Segar
Sesuai hasil pemeriksaan tim medis di rumah sakit tersebut, kata Latiful, anaknya itu pun dinyatakan menderita atresia bilier (penyakit saluran empedu langka yang hanya menyerang bayi), sehingga harus dioperasi.
“Saat itu, kami tidak langsung menyetujui untuk dioperasi, sehingga kami kembali lagi ke Lhokseumawe,” katanya.
Baru pada November 2018, pihaknya menyetujui M Arkan dioperasi.
“Saat proses operasi, melalui kantong empedu, dimasukan cairan untuk memastikan kondisi saluran empedunya bekerja ataupun tidak. Setelah operasi, kami diinformasikan kalau salurannya bagus, namun kantong empedu harus dibuang,” katanya.
Setelah itu, kondisi M Arkan semakin memburuk.
Selain BAB masih putih, perutnya pun semakin gembung.
Begitu juga dengan kondisi kelaminnya yang juga terus membesar.
Baca: Saudagar Asal Aceh Ini Sumbang Rp 72 Juta, Bayi Kembar di RS Malaysia Kembali ke Pelukan Ibunya
Sekitar tiga pekan lalu, M Arkan juga sempat di bawa ke Rumah Sakit Adam Malik di Medan, Sumatera Utara.
Sesuai hasil USG di sana, dikatakan ada kista di limpanya.
“Tapi tim medis di rumah sakit tersebut tidak menyebutkan penyakit apa yang diderita M Arkan. Hanya dikatakan penyakit langka,” katanya.
Sehingga kini keluarga miskin tersebut tidak tahu harus berbuat apa apalagi.
Karena keterbatasan biaya dan berbagai hal lainnya, saat ini M Arkan hanya dirawat semampunya di rumah orang tuanya saja di Alue Awe Lhokseumawe.(*)