Penderita Tuna Netra Dapat Bantuan Kursi Roda, Apanon pun Kini Bisa Menghirup Udara Segar

Kondisi itu terjadi setelah seorang hamba Allah menyumbang satu kursi roda untuknya, yang diserahkan melalui Komunitas Kami Peduli Bireuen,

Penderita Tuna Netra Dapat Bantuan Kursi Roda, Apanon pun Kini Bisa Menghirup Udara Segar
SERAMBINEWS.COM/FERIZAL HASAN
Zainal Abidin (59) akrab disapa Apanon, yang sudah lama tidak bisa melihat (tuna netra) dan tidak bisa berjalan lagi, mendapat bantuan kursi roda dari hamba Allah yang diserahkan melalui Komunitas Kami Peduli Bireuen, Senin (4/2/2019). 

Laporan Ferizal Hasan | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Setelah bertahun-tahun terbaring, akhirnya Zainal Abidin (59) akrab disapa Apanon, yang sudah lama tidak bisa melihat (tuna netra) dan tidak bisa berjalan lagi, kini sudah bisa keluar dari rumahnya dengan kursi roda.

Apanon kini sudah dapat menghirup udara segar.

Kondisi itu terjadi setelah seorang hamba Allah menyumbang satu kursi roda untuknya, yang diserahkan melalui Komunitas Kami Peduli Bireuen, Senin (4/2/2019).

Kursi roda tersebut diserahkan oleh Koordinator "Kami Peduli Bireuen", Bripka Deni Putra SE MM, yang diterima oleh keluarga Apanon di kediamannya, Lorong Hijrah Lampoh Jambee Dusun Geudong Sagoe, Desa Geudong-Geudong, Kota Juang, Bireuen, atau tepatnya di lorong belakang Meunasah Kota Bireuen.

Saat Serambinews.com menyambangi kediaman Apanon, kondisinya sangat menyedihkan. Kakek tersebut terbaring di kasur seadanya di ruang depan rumah papan yang sudah reot.

Baca: VIDEO - Komunitas Kami Peduli Bireuen Mulai Bedah Rumah Darna di Pulo Seuna

Baca: VIDEO - Sudah Rampung, Komunitas Kami Peduli Bireuen Serahkan Rumah untuk Warga Miskin di Mon Mane

Baca: VIDEO - Komunitas Kami Peduli Bireuen, Kembali Bedah Rumah Warga Miskin di Pulo Seuna Jangka

Baca: VIDEO - Komunitas “Kami Peduli Bireuen” kembali akan Bedah Rumah Tukang Panjat Kelapa

Selama ini Apanon dirawat oleh adik kandungnya Nuraini. Menurut Nuraini, abangnya itu sudah bertahun-tahun terbaring di rumah, tanpa ada perhatian dari pemerintah.

"Kami sangat berterima kasih kepada hamba Allah dan komunitas Peduli Bireuen yang telah menyumbang kursi roda untuk paman kami," ujar Nuraini.

Koordinator "Kami Peduli Bireuen", Bripka Deni Putra mengatakan, kursi roda tersebut merupakan bantuan dari hamba Allah yang diserahkan melalui komunitas tersebut.

"Kami sangat berterima kasih kepada donatur yang peduli terhadap sesama, Allah pasti membalas semua kebaikan kita," kata Deni. (*)

Penulis: Ferizal Hasan
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved