Polisi Periksa Rekanan Hingga Malam Hari

Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe, Selasa (19/2) sore memeriksa ES, Direktur CV Bireuen Vision (BV)

Polisi Periksa Rekanan Hingga Malam Hari
ARI LASTA IRAWAN, Kapolres Lhokseumawe

* Sebagai Tersangka Kasus Pengadaan Ternak

LHOKSEUMAWE - Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe, Selasa (19/2) sore memeriksa ES, Direktur CV Bireuen Vision (BV), sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan ternak di Kota Lhokseumawe. Proses pemeriksaan rekanan tersebut berlangsung hingga malam hari.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemko Lhokseumawe melalui Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pertanian setempat memplot dana Rp 14,5 miliar dalam APBK tahun 2014 untuk pengadaan ternak lembu. Selanjutnya, lembu itu dibagikan pada puluhan kelompok masyarakat. Namun, pada akhir tahun 2015, polisi mengusut proyek tersebut karena terindikasi korupsi.

Hingga kini, sudah ada tiga terpidana dalam kasus itu dengan hukuman penjara masing-masing di atas empat tahun. Mereka adalah DH (47), Pejabat Pengadaan dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), IM (43), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan MR selaku Kepala DKPP Lhokseumawe. Dalam pengusutan lanjutan, Selasa (12/2), polisi menetapkan tersangka baru yakni ES, Direktur CV BV, salah satu rekanan dalam proyek tersebut.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Adrian, kemarin, menjelaskan, sebelum ditetapkan sebagai tersangka, ES juga sempat dimintai keterangan sebagai saksi. “Setelah melalui proses penyidikan panjang, ES baru kita tetapkan tersangka pada Selasa pekan lalu,” ujarnya.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, menurut Iptu Riski, penyidik langsung mengirim surat panggilan kepada ES untuk diperiksa sebagai tersangka. “Sesuai agenda, pemeriksaan kita lakukan pada Selasa (19/2). Pemeriksaan ES sebagai tersangka dimulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Karena pada malam tersebut pemeriksaan belum selesai, kita lanjutkan lagi hari ini (kemarin-red),” ungkap Kasat Reskrim.

Ditanya apakah tersangka akan ditahan atau tidak setelah selesai diperiksa sebagai tersangka, Iptu Riski menyebutkan, hal tersebut akan diputuskan nanti. “Kita akan terus menilai apakah dia kooperatif atau tidak. Bila tidak kooperatif, akan ditahan. Sebaliknya, bila tetap kooperatif, tidak akan ditahan,” demikian Iptu Riski.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved