Disbunnak Putuskan Kontrak

Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Aceh Barat telah memutuskan kontrak terhadap rekanan pemenang proyek

Disbunnak Putuskan Kontrak
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Bibit pinang unggul jenis betara 

* Rekanan Proyek Pengadaan Bibit Pinang
* Cuma Mampu Sediakan 20 Persen

MEULABOH – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Aceh Barat telah memutuskan kontrak terhadap rekanan pemenang proyek pengadaan bibit pinang senilai Rp 2,8 miliar anggaran tahun 2018. “Sudah kita putuskan kontrak. Berakhir 16 Februari 2019 lalu yakni masa addendum (perpanjangan kontrak),” kata Kadisbunnak Aceh Barat, Ir Said Mahjali MM kepada Serambi, Kamis (21/2).

Said Mahjali menyebutkan, rekanan pemenang tender hanya mampu menyediakan bibit pinang sekitar 20 persen lebih. Sehingga, proses pembayaran bibit itu juga disesuaikan dengan jumlah bibit yang berhasil direalisasikan kepada calon penerima yakni petani di Aceh Barat. “Hanya sebagian saja yang disalurkan karena rekanan tidak mampu menyediakan semua,” sebutnya.

Dia menjelaskan, terhadap adanya addendum terhadap proyek pengadaan bibit penang itu diberlakukan sistem denda kepada rekanan tersebut. Bibit yang disalurkan, tegasnya, harus bersertifikasi sebagaimana aturan berlaku yakni usia bibit pinang minimal 5 bulan.

Seperti diberitakan sebelumnya, kalangan DPRK Aceh Barat mempertanyakan soal pengadaan bibit pinang yang sudah diplot dalam APBK 2018 senilai Rp 2,85 miliar melalui Disbunnak Aceh Barat. Pasalnya, hingga pertengahan Januari 2019, bibit pinang yang diperuntukkan untuk petani itu belum juga disalurkan kepada calon penerima.

Kasus itu juga sempat disorot oleh Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat, Edy Syah Putra yang mendesak penegak hukum mengusut dugaan korupsi dalam proyek tersebut. Kecuali itu, 120 kelompok tani calon penerima bantuan bibit pinang itu juga menyatakan kekecewaannya atas realisasi proyek tersebut. Puncaknya, Polres Aceh Barat turun tangan untuk menyelidi kasus pengadaan bibit pinang dengan memeriksa PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) dan PPK (Pejabat Pelaksana Kegiatan) dari Disbunnak Aceh Barat.

Pada bagian lain, Kadisbunnak Aceh Barat, Said Mahjali menambahkan, dengan pemutusan kontrak pengadaan bibit pinang pada anggaran tahun 2018, maka proyek ini akan dialihkan ke anggaran tahun 2019. Terhadap dana sisa atau belum direalisasikan tersebut, jelasnya, akan dilelang kembali untuk pengadaan dalam tahun anggaran 2019 ini. “Akan kita lelang kembali untuk penggunaan anggaran tahun 2019,” katanya.

Said menyebutkan, pada APBK 2019 dan dana otonomi khusus (otsus) juga ada diplot anggaran sebesar Rp 8 miliar untuk pengadaan bibit pinang betara yang akan disalurkan kepada calon penerima dari unsur kelompok tani di Aceh Barat.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved