Seorang Warga Negara Srilanka Dideportasi dari Langsa

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Langsa, mendeportasi warga negara Srilanka, Chandran Gunaraja (35), karena melebihi izin visa kunjungan selama 30 hari.

Seorang Warga Negara Srilanka Dideportasi dari Langsa
Dok: Kantor Imigrasi Langsa
Pihak Imigrasi Kelas II TPI Langsa mengawal Chandran Gunaraja yang dideportasi dari Langsa melalui di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, Rabu (20/2/2019) 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Langsa, mendeportasi warga negara Srilanka, Chandran Gunaraja (35), karena melebihi izin visa kunjungan selama 30 hari.

Kepala Imigrasi Kelas II TPI Langsa, Mirza Akbar, kepada Serambinews.com, Jumat (22/2/2019) mengatakan, warga negara Srilanka ini dideportasi ke negara asalnya pada Rabu (20/2/2019) lalu, melalui Bandara International Kualanamu, Sumatera Utara.

Sebelumnya, Chandran Gunaraja masuk ke Indonesia melalui Bandara International Kualanamu, pada 20 Desember 2018 menggunakan Visa Kunjungan.

Sesuai prosedurnya, izin tinggal menggunakan visa kunjungan ini terbatas paling lama 30 hari.

Sementara, kepentingannya berkunjung adalah untuk menikah dengan warga negara Indonesia, yang berasal dari Kota Langsa. 

Baca: Tindaklanjuti Surat Wali Kota, Tim Kemenko Kemaritiman Tinjau Pelabuhan Kuala Langsa

Baca: Ingin Mengurus Paspor di Imigrasi Banda Aceh, Ini Syarat yang Harus Dilampirkan

Baca: Hasil Babak Pertama Arema FC Vs Persib 1-1, Konate Cetak Gol Menit Awal, Eze Balas di Menit Akhir

Kepada pihak Imigrasi, Chandran Gunaraja beralasan, belum meninggalkan Indonesia karena menemani istrinya yang masih menjalani proses pengobatan di rumah sakit, pascakecelakaan bus yang mereka alami sebelumnya. 

“Namun sesuai prosedur keimigrasian, Chandran Gunaraja telah melebihi izin tinggal yang diberikan selama 30 hari. Karena itu, Imigrasi Kelas II TPI Langsa menjatuhkan tindakan administratif keimigrasian," jelas Mirza Akbar.

Mirza menyebutkan, tindakan administrasi yang diambil pihak Imigrasi berupa deportasi, serta menangkal yang bersangkutan untuk masuk ke Indonesia dalam jangka waktu tertentu.(*)

Penulis: Zubir
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved