Anggota Satresnarkoba Polres Aceh Utara Diadukan ke Propam

Syarifuddin (32), korban salah tangkap mengadukan anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Aceh Utara

Anggota Satresnarkoba Polres Aceh Utara Diadukan ke Propam
SERAMBI/MASRIZAL
KORBAN salah tangkap, Syarifuddin (kiri), didampingi kuasa hukumnya, Safaruddin SH memperlihatkan surat laporan hasil pengaduan terhadap anggota Satresnarkoba Polres Aceh Utara ke Propam Polda Aceh di Kantor YARA, Banda Aceh, Kamis (28/2). 

BANDA ACEH - Syarifuddin (32), korban salah tangkap mengadukan anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Aceh Utara ke Propam Polda Aceh, Kamis (28/2). Laporan itu disampaikan bersama kuasa hukumnya dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) dan diterima oleh Brigadir Reza Andrian.

Seusai melapor, Syarifuddin didamping Ketua YARA, Safaruddin SH dalam konferensi pers di Kantor YARA mengatakan, dirinya tidak terima dengan sikap arogan anggota Satresnarkoba Polres Aceh Utara saat menangkap dia pada Kamis (21/2) pukul 22.00 WIB, tanpa tidak diketahui atas kesalahan apa.

Dia menceritakan, dirinya disergap oleh beberapa petugas di SPBU Lhoksukon, Aceh Utara. Tanpa basa-basi, ungkap Syarifuddin, dia yang sedang menunggu orang lain langsung diperiksa secara paksa dan diseret ke dalam mobil. Saat konferensi pers, Syarifuddin juga memperlihatkan rekaman video penangkapan dirinya.

Syarifuddin yang tidak terima penangkapan itu kemudian melawan sambil berteriak mempertanyakan salahnya apa. Menurut korban, dirinya sempat dua kali dimasukkan ke dalam mobil, namun berhasil keluar. Bahkan, saat itu, petugas sempat melepaskan dua kali tembakan ke udara.

Syarifuddin yang berprofesi sebagai guru ini mengaku diseret oleh petugas hingga celana robek dan lututnya luka akibat terkena aspal. “Kenapa begini caranya untuk menangkap saya. Apa ada surat perintah, apa begini hukum,” tukasnya sambil terisak karena trauma dengan kejadian itu.

Ketika lepas dari sergapan petugas, Syarifuddin mengaku,bahwa saat itu dia langsung lari ke tempat keramaian yaitu ke salah satu warung kopi di samping SPBU, hingga membuat pengunjung warung heboh. Sedangkan petugas langsung meninggalkan lokasi kejadian.

“Keesokan harinya, Syarifuddin datang ke Polsek mempertanyakan kenapa dirinya ditangkap. Pihak Polsek mengarahkan ke Polres. Di sana Syarifuddin sempat bertemu Kasat Narkoba dan mempertanyakan kenapa dirinya ditangkap. Alasan mereka itu ekses kejadian,” timpal Ketua YARA, Safaruddin.

Safaruddin menduga, pada malam itu, petugas sedang menarget seseorang yang akan ditangkap terkait kasus narkoba. Tapi terlepas dari itu, menurut Safaruddin, cara penyergapan seperti itu tidak profesional. “Akibat pengeledahan seperti itu membuat korban trauma,” kata Safaruddin.

Karena itulah, pihaknya melaporkan anggota Satresnarkoba Polres Aceh Utara ke Propam Polda Aceh. “Harapan kita, Propam segera menindaklajuti laporan ini karena pelaku harus diberikan tindakan tegas sesusai dengan kode etik profesionalitas Polri,” pungkasnya.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved