Siswa SUPM Ladong Ditemukan tak bernyawa

Raihan Alsyahri (16), siswa Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar

Siswa SUPM Ladong  Ditemukan tak bernyawa
TRISNO RIYANTO, Kapolresta Banda Aceh

BANDA ACEH - Raihan Alsyahri (16), siswa Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, Jumat (1/3) sekitar pukul 11.45 WIB ditemukan tak bernyawa di atas bukit, 300 meter dari belakang pekarangan asrama sekolah tersebut.

Pria asal Sumatera Utara (Sumut) itu diduga mengalami penganiayaan berat sebelum mengembuskan napas terakhir.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH yang dihubungi Serambi, Jumat (2/3) malam, menerangkan kasus dugaan pembunuhan tersebut masih dalam penyelidikan dan pendalaman personel Satuan Reskrim Polresta dan Polsek Krueng Raya, Aceh Besar. “Kami mohon doanya semoga kasus ini cepat terungkap,” ungkap Kombes Trisno.

Jasad Raihan Alsyahri yang diperkirakan sudah dihabisi dua sampai tiga hari lalu itu, pertama kali ditemukan oleh Abdul Munir (53), warga Gampong Ruyung, Kecamatan Mesjid Raya, waktu sedang menggembala ternaknya di kawasan perbukitan Kompleks SUPM Ladong. Pada waktu itu pandangan saksi tertuju pada tubuh korban yang tergeletak di atas tanah.

Abdul Munir pun mendekat dan berupaya memastikan kondisi korban yang belakangan diketahui ternyata sudah tak bernyawa. Ia kaget saat melihat wajah korban yang sudah agak sulit dikenali, karena mengalami luka berat. Temuan itu langsung dia laporkan kepada Usman (33), seorang PNS di SUPM Ladong. Lalu Usman melaporkan kasus tersebut ke Polsek Krueng Raya. Petugas pun menuju ke lokasi dan kemudian korban dibawa ke kamar jenazah RSU dr Zainoel Abidin, Banda Aceh, untuk di-visum et repertum.

Saat jasad Raihan Alsyahri ditemukan waktu itu, ia masih mengenakan baju oblong biru dan celana sekolah warna biru SUPM Ladong, tali pinggang, sandal jepit hitam, dan jam tangan tali cokelat yang masih melingkar di pergelangan tangan kirinya.

Di lokasi jasad siswa itu ditemukan, petugas juga menyita satu minuman mineral seukuran gelas.

“Besar dugaan korban sempat mengalami penganiayaan berat sebelum meninggal dunia. Di tubuh korban ditemukan sejumlah tanda-tanda kekerasan. Nanti dari hasil visumnya baru kita ketahui pasti korban mengalami kekerasan di bagian mana saja,” kata Kapolresta Trisno.

Ia meminta dukungan semua pihak, terutama dari SUPM Ladong, agar kasus dugaan pembunuhan itu cepat terungkap. Apalagi terjadinya di belakang asrama sekolah kejuruan bidang perikanan itu. (mir)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved