Pijay Kekurangan 489 Surat Suara

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie Jaya (Pijay) kekurangan 489 surat suara dari 560.945 lembar yang dibutuhkan

Pijay Kekurangan 489 Surat Suara
surat suara

* KIP Banda Aceh Sosialisasi ke Unida

BANDA ACEH - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie Jaya (Pijay) kekurangan 489 surat suara dari 560.945 lembar yang dibutuhkan. Hal ini diketahui setelah KIP setempat selesai melakukan seluruh proses pelipatan dan sortir, Selasa (12/3). Kemudian hasil tersebut telah dituangkan dalam berita acara dan disampaikan kepada KPU RI dan KIP Aceh sebagai dasar pengajuan penambahan kepada penyedia.

Ketua KIP Pijay, Iskandar SSos, menyampaikan hal ini lewat siaran pers kepada Serambi. Ia menyebutkan dari total 559.746 suara suara yang mereka terima, baik untuk pemilihan presiden/wapres, DPR RI, DPD, DPRA, DPRK Dapil 1 hingga empat, setelah disortir menjadi 560.456 lembar yang dapat digunakan atau lebih 710 lembar dari jumlah yang mereka diterima. “Akan tetapi jika dibandingkan dengan total surat suara yang dibutuhkan sebanyak 560.945, maka masih terdapat kekurangan 489 lembar,” kata Iskandar.

Guna mempercepat proses pengelolaan surat suara tahap selanjutnya berupa pengepakan ke dalam sampul dan kotak suara, kata Iskandar, surat suara yang kurang tersebut rencananya akan mereka ambil langsung ke penyedia, yaitu PT Gramedia di Jakarta dan PT Pura Barutama di Kudus. “Pengambilan itu di bawah pengawasan panwaslih dan pengamanan langsung pihak kepolisian,” ujar Iskandar.

Sekretaris KIP Pijay, Masykur SPd I, menambahkan untuk menghindari kesalahan dan ketidakakuratan data hasil sortir surat suara, maka proses yang mereka lakukan sangat hati-hati melalui empat tahap, yakni dihitung tim pelipatan, dihitung ulang oleh koordinator kelompok, diinput dalam aplikasi oleh operator, dan terakhir dicek ulang oleh verifikator.

“Melalui proses yang panjang tersebut, maka kami harapkan hasilnya benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Terhadap surat suara yang rusak atau lebih, sesuai Keputusan KPU Nomor 1266/HK.03-

Kpt/07/KPU/X/2018, tetap disimpan di gudang dan selanjutnya akan dimusnahan sebelum hari pemilu, 17 April 2019, setelah dipastikan cukup untuk seluruh TPS,” jelas Masykur.

Ia menambahkan setelah sortir surat suara selesai, maka tahapan selanjutnya penerimaan formulir pemilu, penempelan label kotak suara, pengesetan surat suara, dan logistik lainnya per TPS, pengepakan ke dalam sampul dan kotak suara. “Saat ini sedang kita rampungkan teknis pelaksanaan sesuai petunjuk teknis dari KPU RI,” tambahnya.

Sosialisasi ke Unida
Sementara itu, KIP Banda Aceh menyosialisasikan pemilu serentak 2019 ke Kampus Universitas Iskandarmuda (Unida) Banda Aceh, Rabu (13/3). Pada kesempatan ini, Rektor Unida, Prof Dr Syafei Ibrahim diwakili WarekIII, Drs Bustamam Ali MPd, dalam sambutannya meminta para insan kampus dapat mendukung dan mengawal pelaksanaan pemilu yang luber, jujur, dan adil. Selain itu, juga harus menjaga netralitas. “Mahasiswa idaman masyarakat harus mampu mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang sesuai hati nuraninya,” kata Bustamam.

Sementara itu, dari KIP Banda Aceh, Drs H Muhammad AH MKom, meminta pihak kampus harus ikut menyukseskan pemilu ini alias jangan ada yang golput. “Sebab hal itu akan merugikan kita semua,” kata Muhammad AH. Sosialisasi ini diikuti 60 peserta dan berlangsung alot yang diisi tanya jawab.(sal)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved