Harga Naik, Petani Sawit di Simeulue Mulai Bergairah

Petani sawit di Kabupaten Simeulue, sejak sebulan terakhir mulai bergairah memanen buah sawit.

Penulis: Sari Muliyasno | Editor: Yusmadi
SERAMBI/DEDE ROSADI
Petani sawit di Aceh Singkil, menaikan sawit ke truk untuk dijual ke pabrik, Selasa (31/1). Produksi kelapa sawit memasuki musim trek.SERAMBI/DEDE ROSADI 

Laporan Sari Muliyasno | Simeulue

SERAMBINEWS.COM, SINABANG - Petani sawit di Kabupaten Simeulue, sejak sebulan terakhir mulai bergairah memanen buah sawit.

Pasalnya, harga sawit yang mulai membaik membuat petani kian semangat memanen hasil kebunnya.

Mewakili petani sawit, Awalul, kepada Serambinew.com, Rabu (27/3/2019) mengatakan bahwa saat ini harga jual buah sawit dari petani ke pengepul, berkisar antara Rp 800 hingga Rp 900 per kilogram.

Dengan harga tersebut, lanjutnya, para petani mengaku sudah bisa membawa tenaga pemanen sawit.

"Harga 900 per kilogram itu baru naik sekitar sepuluh hari yang lalu," katanya.

Baca: Dinilai Rendah, Petani Sawit Aceh Singkil Kritisi Penetapan Harga Tandan Buah Segar

Baca: Setelah Terpuruk Selama Satu Tahun, Harga TBS Sawit di Abdya Mulai Bergerak Naik

Baca: Harga Sawit Anjlok, Jokowi Sarankan Petani Sawit Beralih Tanam Durian

Namun demikian, para petani sawit di Kabupaten Simeulue masih berharap harga sawit bisa naik lagi.

Dengan semakin naiknya harga sawit, maka para petani dapat menambah tenaga pemanen dan meringankan biaya pemupukan.

"Panen tidak setiap hari, ada yang dua Minggu sekali panen," ujarnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved