Rp 19 M untuk Jalan Hotmix

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) NSB bekerja sama dengan Kodam Iskandar Muda (IM) mulai memperbaiki

Rp 19 M untuk Jalan Hotmix
SERAMBI/JAFARUDDIN
GENERAL Manager PHE NSB, Akhmad Miftah bersama unsur muspida meninjau permbangunan jalan di kawasan Cluster IV Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, Rabu (27/3). 

LHOKSUKON – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) NSB bekerja sama dengan Kodam Iskandar Muda (IM) mulai memperbaiki jalan peninggalan ExxonMobil sepanjang 10 kilometer. Pengerjaan dari cluster I (Syamtalira Aron) sampai cluster IV Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara menelan dana sebanyak Rp 19 miliar.

Ditargetkan, pengerjaan pengaspalan jalan sampai hotmix selesai dibangun selama tiga bulan. Jalan tersebut melintasi Kecamatan Syamtalira Aron, Nibong (cluster II), Tanah Luas (cluster III), dan Matangkuli. Hal itu disampaikan General Manager PHE NSB, Akhmad Miftah dalam pertemuan di Point A dengan Kodam IM, Pemkab Aceh Utara, unsur muspika dari Tanah Luas dan Nibong.

“Ini bentuk karya bakti TNI Kodam Iskandar Muda yang bersinergi dengan kita dalam rangka perbaikan jalan sepanjang 10 kilometer. Kenapa ini dilakukan, karena jalan ini cukup strategis buat operasional kita dan masyarakat sekitar. Apalagi daerah ini cukup padat penduduknya, sehingga perhatian terhadap infrastruktur juga kita utamakan,” ujar Akhmad Miftah menjawab Serambi, Rabu (27/3).

Disebutkan, perbaikan jalan ini sampai hotmix dengan lebar antara 6 hingga 8 meter, tergantung situasi dan kondisi di masing-masing lokasi. Perbaikan jalan ini dilakukan TNI, tapi pengadaan barang sepertinya bekerja sama dengan pihak lokal. “Kalau dimulai pada Senin, tapi resminya kita mulai hari ini (kemarin red),” ujarnya.

Disebutkan, pembangunan ini dilakukan kerjasama dengan TNI karena banyak hal yang harus diperhatikan. Diantaranya persoalan waktu pembangunan, dan prosesnya lebih cepat. Selain itu, proses pengerjaan jalan yang dilakukan oleh anggota TNI dinilai lebih aman. “Insya Allah, tidak ada gangguan dari pihak mana pun. Bagaimana pun (TNI) ini kan alat pemerintah juga,” ujar Akhmad Miftah.

Ditambahkan, untuk langkah awal adalah perbaikan jalan Cluster I hingga Cluster IV. “Saya berharap ini tidak berhenti di sini, tapi juga disesuaikan dengan keuangan yang kita punya. Karena bagaimana pun dengan produksi saat ini 150 mmscfd, untuk mengelola lapangan yang sudah tua,” ujar Miftah.

Untuk diketahui, penandatanganan kerja sama antara Pangdam IM dan PHE telah dilakukan pada 15 Maret 2019 lalu. Selain bertujuan merekatkan hubungan sesama instansi, menurut Miftah, hal itu sekaligus menjajaki pekerjaan yang bisa dilakukan antarinstansi.

Dandim 0103/Aceh Utara, Letkol Kav Fadjar Wahyudi Broto saat menyampaikan sambutan menyebutkan, karya bakti yang diprogramkan ini adalah wujud pengabdian TNI bersama kementerian dan lembaga negara lain, untuk membantu mempercepat pembangunan di daerah. “Saya mengajak seluruh masyarakat bekerjasama membangun daerah guna mengatasi berbagai masalah dan tantangan,” ujar Dandim.

Bupati Aceh Utara diwakili Pelaksana Harian (PlH) Sekda, Dr A Murtala menyampaikan, pembangunan jalan ini bernilai penting. Selain untuk membangun infrastruktur dan sarana, juga terjalin hubungan silaturahmi TNI dengan PHE, masyarakat serta pemkab. Kawasan jalan cluster I sampai IV memiliki potensi yang dapat dikembangkan bagi kesejahteraan masyarakat.

“Ini satu kesempatan bagi masyarakat di kawasan ini untuk terus berbenah dan mengembangkan potensi gampong, sehingga akan lebih bernilai secara ekonomi, sosial dan keagamaan. Kami yakin jika kesempatan ini digunakan sebaik-baiknya akan mendatangkan manfaat bagi peningkatan kesejahetraan masyarakat,” kata A Murtala.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved