Lelang APBA 2019 Lamban

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT mengakui, kinerja pelaksanaan lelang proyek APBA 2019

Lelang APBA 2019 Lamban
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah 

* Baru Tuntas 7%
* Nova Minta Kadis Ikut Mengontrol

BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT mengakui, kinerja pelaksanaan lelang proyek APBA 2019, masih berjalan lamban. Indikatornya, sampai 28 Maret 2019, proyek yang sudah ada penetapan pemenangnya baru 76 paket atau sebesar 7 persen dari 1.127 paket yang mau dilelang dengan nilai pagu Rp 2,78 triliun.

“Kepala SKPA jangan lepas tangan, tapi harus ikut mengontrol kerja bawahannya dan juga jangan asal terima laporan, tapi tidak beri hasil yang maksimal,” kata Nova Iriansyah kepada Serambi, Kamis (28/3), di ruang kerjanya, P2K Kantor Gubernur Aceh, usai rapim bulan ketiga evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan APBA 2019.

Didampingi Asisten II Setda Aceh, Taqwallah, Asisten III, Kamaruddin Andalah, dan Jubir Saifullah Abdul Gani (SAG), Plt Gubernur menjelaskan, salah satu penyebab lambannya proses pelelangan paket proyek APBA 2019 karena dalam pelaksanaannya menggunakan sistem dan manajemen baru. Contohnya, penyediaan sebanyak 6.000 unit rumah untuk kaum duafa yang menggunakan sistem e-catalog.

“Dalam penyiapan kelengkapan dokumen lelang, kita libatkan kepala SKPA bersama kepala bidang dan kasi, untuk mengerjakannya bersama. Setelah lengkap baru diserahkan kepada ULP dan Pokja. Proyek yang dokumennya belum lengkap, dikembalikan lagi kepada dinas dan badan masing-masing untuk dilengkapi kembali,” ujarnya.

Kepala Pokja Lelang Proyek di ULP, tegas Nova Iriansyah, dibatasi komunikasi ke luar dan diharuskan independen dalam menjalankan tugasnya. “Penetapan pemenang proyek harus secara objektif sesuai aturan sehingga kredibilitas perusahaan yang menang nanti bisa teruji di lapangan,” tukas Plt Gubernur.

Nova melanjutkan, selain faktor perubahan sistem, masih sedikitnya jumlah proyek APBA 2019 yang pemenangnya telah ditetapkan juga disebabkan karena kurang kontrolnya kepala SPKA terhadap kerja anak buahnya. Padahal, jika kepala SKPA bisa mengoptimalisasi kerja bawahannya dan ikut turun tangan berkolaborasi dengan pejabat eselon III dan IV di dinasnya, maka paket yang tuntas dilelang akan semakin banyak.

“Pemerintah Aceh tidak kekurangan pegawai, bahkan berlebih karena banyak pegawai kontrak dan tenaga honorer. Tapi kenapa kinerja persiapan lelang proyek APBA nya berjalan lamban. Salah satu faktor penyebabnya itu tadi, karena kepala SKPA nya kurang kontrol terhadap kerja bawahannya,” tandas dia.

Oleh sebab itu, Nova pun meminta, seluruh kepala SKPA untuk turun tangan mengontrol kerja bawahannya, bahkan harus berkolaborasi bersama menyelesaikan lelang paket di dinasnya.

Sementara itu, Asisten II Setda Aceh, Taqwallah yang juga merangkap menjadi Kepala P2K APBA Setda Aceh menyebutkan, bulan depan jumlah paket proyek yang telah ada penetapan pemenangnya akan bertambah lagi. “Sekaranag ini, ada 464 paket proyek APBA 2019 sudah dinyatakan untuk dilelang dalam website Pemerintah Aceh. Juga ada sekitar 336 paket lagi yang sedang persiapan untuk tayang,” jelasnya.

Seperti Plt Gubernur, Taqwallah juga mengakui, setiap awal tahun anggaran mulai Januari hingga Maret, kinerja lelang paket APBA berjalan lamban, karena belum ada penandatanganan kontrak kerja proyek antara dinas dengan kontraktor pemenang tender.

“Tapi, setelah dilakukan kontrak kerja dengan rekanan, aktivitasnya akan terus meningkat. Saat ini, realisasi keuangan dan fisik baru 6,3 persen dari pagunya Rp 17,104 trilliun,” tutup Taqwallah.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved