Mobil Imuem Meunasah Ditembaki OTK

Teror menggunakan senjata api dialami Asnawi bin M Ali (38), seorang imuem meunasah (Imam) di Gampong Baro

Mobil Imuem Meunasah Ditembaki OTK
FOR SERAMBINEWS.COM
Kolase foto polisi lakukan identifikasi kasus penembakan mobil milik Imum Meunasah Gampong Baro, Kecamatan Mutiara, Pidie. 

BANDA ACEH - Teror menggunakan senjata api dialami Asnawi bin M Ali (38), seorang imuem meunasah (Imam) di Gampong Baro Yaman, Kecamatan Mutiara, Pidie. Mobil yang ia kendarai bersama istri dan anaknya ditembaki orang tak dikenal (OTK) saat melintasi kawasan jembatan Seunapet, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar, Minggu (7/4) sore.

Beruntung, sang imam selamat dalam insiden itu. Anak istrinya juga tidak mengalami luka sedikit pun. Peluru yang ditembakkan orang yang tak dikenal itu bersarang di busa sandaran kursi sopir atau tempat duduk Asnawi.

Informasi tentang penembakan tersebut awalnya diketahui Serambi dari berbagai sumber, termasuk sumber-sumber kepolisian. Informasi itu kemudian dibenarkan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sartijo. “Iya, ini sedang kita selidiki motifnya apa,” kata Kombes Agus kepada Serambi kemarin.

Dia menjelaskan kronologi insiden tersebut. Pada Minggu (7/4) sekira pukul 16.00 WIB, korban bersama istrinya, Nazriah ST (34) dan anak mereka, Fika Nazya, menggunakan mobil Panther pikap warna hitam dengan nomor polisi BL 8114 ZT melintasi kawasan Seunapet, Seulawah.

Saat itu, Asnawi melihat sebuah mobil Avanza warna hitam dan berniat untuk menyalip mobil tersebut. Namun, pengemudi mobil Avanza tak memberi jalan kepada Asnawi yang mengendarai mobil Phanter pikap tersebut.

“Sekira pukul 16.00 WIB setelah melewati jembatan Seunapet, saat berpapasan dengan mobil Avanza warna hitam yang nomor polisinya tidak diketahui, korban ingin mendahului mobil tersebut, tapi sopir mobil Avanza tersebut tidak memberi jalan untuk didahului,” kata Kombes Agus sesuai dengan laporan kejadian.

Asnawi bersama istri dan anaknya dalam mobil Panther baru bisa mendahului mobil Avanza itu di jalan lurus setelah jembatan tersebut. “Setelah mobil tersebut dilewati, tiba-tiba terdengar suara tembakan dua kali dari arah mobil Avanza yang diarahkan ke mobil Panther pikap milik korban,” jelas Kombes Agus.

Sontak, Asnawi bersama istri dan anaknya itu terkejut mendengar suara tembakan.Tembakan yang dilepaskan itu mengenai pintu belakang dan dinding belakang sopir. “Tembakannya tembus mengenai tempat duduk sopir dan salah satu peluru tersebut tersangkut di busa sandaran tempat duduk,” kata Kombes Agus.

Beruntung, tak ada korban jiwa dalam insiden itu. Saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki kasus penembakan tersebut. Langkah-langkah yang telah dilakukan adalah menerima laporan pengaduan secara lisan, menanyai korban, dan melakukan identifikasi awal terhadap mobil korban. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved