Siapa Pun yang Menangkan Pemilu Israel Tetap Jadi Musuh Hamas

Hamas menyampaikan tidak akan berhenti melakukan perlawanan terhadap Israel, tanpa mempedulikan siapa yang akan menang dalam pemilu di negara itu.

Siapa Pun yang Menangkan Pemilu Israel Tetap Jadi Musuh Hamas
AFP/ANAS BABA
Pemimpin Hamas Ismail Haniya memberikan pidato di Gaza City, Selasa (21/8/2018). (AFP/ANAS BABA) 

SERAMBINEWS.COM, JALUR GAZA - Gerakan Islam Palestina, Hamas, menyampaikan tidak akan berhenti melakukan perlawanan terhadap Israel, tanpa mempedulikan siapa yang akan menang dalam pemilu di negara itu.

Rakyat Israel telah menggunakan hak pilihnya dalam pemilu parlemen pada Selasa (9/4/2019) lalu.

Hasil pemilu tersebut nantinya akan menentukan pemerintahan Israel ke depan, termasuk pejabat perdana menteri.

Pemilu Israel itu sekaligus menjadi persaingan antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang berpeluang kembali menjabat untuk masa jabatan kelima, dengan penantangnya, Benny Gantz.

Namun melalui sebuah pernyataan yang disampaikan Rabu (10/4/2019), Hamas menjanjikan tidak akan berhenti berjuang melawan pendudukan Israel, tak peduli siapa pun yang akan memenangkan pemilu.

"Setiap pemerintahan yang terbentuk nantinya itu adalah pendudukan di atas tanah kami, dan kami harus menghadapinya dengan tekad nasional dan kekompakan."

"Setiap partai Zionis mewakili sisi koin yang sama, yang merupakan bentuk pendudukan," ungkap pernyataan pejabat Hamas, dikutip AFP.

Hamas, yang dianggap organisasi teroris oleh AS dan sekutunya, merupakan gerakan Islam yang mengendalikan wilayah Jalur Gaza.

Kelompok Hamas telah terlibat peperangan melawan Israel sebanyak tiga kali sejak 2008.

Krisis terbaru, dipicu pernyataan Netanyahu yang mengincar kekuasaan untuk kali kelima, dalam kampanyenya melontarkan janji bakal mencaplok Tepi Barat jika ia terpilih kembali.

Halaman
12
Editor: Taufik Hidayat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved