Swasta tak Berminat Kelola Cold Storage di Simeulue

Cold storage baru yang selesai dibangun dan siap dioperasikan dengan kapasitas 100 ton

Swasta tak Berminat Kelola Cold Storage di Simeulue
WAKIL Ketua DPRK Banda Aceh T Hendra Budiansyah dan Kepala UPTD PPS Kutaradja Lampulo, melihat kerusakan gedung cold storage miliki Pemko Banda Aceh 

SINABANG - Cold storage baru yang selesai dibangun dan siap dioperasikan dengan kapasitas 100 ton, hingga kini belum juga berfungsi. Padahal, dengan beroperasinya cold storage akan sangat membantu penyimpanan ikan di wilayah kepulauan itu.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Simeulue, Isdawati SPi yang ditanyai Serambi, Senin (8/4), mengatakan, bahwa cold storage yang dibangun di Simeulue itu sudah dua kali dilelang secara terbuka. Namun, hingga kini belum ada pihak swasta yang berminat mengelolanya.

Ditanya penyebab belum adanya peminat, Isdawati menjelaskan, hal itu dikarenakan mahalnya biaya sewa yang sudah ditetapkan dari pusat. “Hasil masukan dari calon peminat karena sewanya terlalu mahal. Makanya mereka (swasta) tidak memasukan dokumen ikut lelang,” katanya.

Kadis DKP Simeuleu itu sangat berharap adanya pihak swasta yang berminat mengelola untuk mengoperakan cold storage yang berlokasi di kawasan Lugu, Simeulue Timur tersebut. “Sudah kita usul lagi ke pusat dan minta dievaluasi atau dikurangi biaya sewa per tahunnya agar swasta mau mengelola. Yang menentukan biaya sewanya itu bukan daerah, tapi langsung dari pusat,” tandasnya.

Karena belum dioperasikan, biaya yang harus dikeluarkan untuk bayar beban listrik dan lainnya menghabiskan Rp 10 juta setiap bulannya. Oleh sebab itu, Isdawati meminta pusat bisa mengevaluasi biaya sewa cold storage sehingga pihak swasta mau mengelola aset senilai Rp 15 miliar itu.(sm)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved