T Saiful Bahri tidak Lakukan Banding, Berbeda dengan Irwandi Yusuf dan Hendri Yuzal

Terdakwa kasus tindak pidana korupsi (Tipikor), Teuku Saiful Bahri, tidak melakukan banding atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim Tipikor terhadap

T Saiful Bahri tidak Lakukan Banding, Berbeda dengan Irwandi Yusuf dan Hendri Yuzal
FOR SERAMBINEWS.COM
Terdakwa kasus suap DOKA 2018, T Saiful Bahri (kiri) bersama kuasa hukumnya Dr Solehuddin SH MH (kanan), foto bersama wartawan Serambinews.com, Fikar W Eda sebelum sidang vonis hakim, Senin (8/4/2019). 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA --- Terdakwa kasus tindak pidana korupsi (Tipikor), Teuku Saiful Bahri, tidak melakukan banding atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim Tipikor terhadap dirinya. 

Berbeda dengan Irwandi Yusuf dan Hendri Yuzal yang melakukan banding.

T. Saiful Bahri, pengusaha asal Sabang itu dihukum pidana lima tahun penjara dan denda 300 juta, subsider tiga bulan kurungan dipotong masa tahanan, karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan Hendri Yuzal.

Kepastian tidak melakukan banding, disampaikan kuasa hukum T. Saiful Bahri, Dr. Solehuddin, SH, MH, Senin (15/4/2019).

"Kita tidak banding, mas. Teuku Saiful menerima hukuman yang sudah dijatuhkan majelis hakim," ujar Solehuddin.

Sementara  Irwandi Yusuf dan Hendri Yuzal, melakukan banding atas vonis mejelis hakim.

Baca: Kasus Suap dan Gratifikasi Irwandi, Sejumlah Pejabat Aceh dan Jakarta Akan Bicara di Pengadilan

Baca: Tak Terima Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Divonis 7 Tahun Penjara, KPK Ajukan Banding

Baca: Irwandi Yusuf Banding

Irwandi Yusuf dijatuhi hukuman 7 tahun penjara, denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan, dan dicabut hak dipilih dalam jabatan publik selama tiga tahun sejak menjalani hukuman.

Hendri Yuzal diganjar hukuman empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan. 

Majelis Hakim menyatakan berdasarkan bukti-bukti dan keterangan saksi yang dihadirkan dalam persidangan, T Saiful Bahri dan Hendri Yuzal terbukti secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi.

Irwandi Yusuf oleh majelis hakim dinyatakan terbukti secara bersama-sama menerima suap secara berlanjut dan terbukti beberapa kali menerima gratifikasi. 

Irwandi dinyatakan tidak terbukti terlibat dalam tindak pidana korupsi pembangunan dermaga Sabang, sebagaimana dalam dakwaan ketiga. (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved