300 Orang Gangguan Jiwa Akan Mencoblos di Abdya 

300 orang gangguan jiwa itu, masuk dalam DPT bahkan sudah menerima surat undangan untuk memilih 17 April 2019

300 Orang Gangguan Jiwa Akan Mencoblos di Abdya 
FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua PSM Abdya, Irwandi Azmi 

300 Orang Gangguan Jiwa Akan Mencoblos di Abdya 

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Ratusan orang gangguan jiwa di Aceh Barat Daya (Abdya) dipastikan akan memberikan hak suara atau mencoblos Pileg dan Pilpres 2019, Rabu (17/4/2019) besok.

Mengingat, ratusan orang gangguan jiwa yang tersebar di sembilan kecamatan itu telah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pileg dan Pilpres 2019 yang ditetapkan oleh KIP Abdya sebanyak 101.653 pemilih.

Dari 101.653 pemilih di Abdya, gangguan jiwa yang akan memberikan hak pilih, Rabu (16/4/2019) besok sebanyak 300 orang.

Baca: FOTO-FOTO: Pasukan Raider Bersenjata Lengkap Kawal Distribusi Kotak Suara Ke Pulo Aceh

Ketua Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Abdya, Irwandi Azmi saat dikonfirmasi Serambinews.com membenarkan bahwa dari 557 orang gangguan jiwa di Abdya, ada 300 orang gangguan bisa memberikan hak suara atau bisa memilih.

"300 orang itu, memang sudah mandiri, tanpa harus dibimbing atau perlakuan khusus," ujar ketua PSM Abdya, Irwandi Azmi.

Namun, katanya, 300 orang itu masih dikategorikan gangguan jiwa, karena masih ketergantungan dengan obat yang harus dikonsumsi secara rutin.

"Kalau tidak mengkonsumsi obat, bisa kambuh kembali sakitnya, memang belum sembuh total, namun mereka ada KTP dan bisa memilih," terangnya.

Baca: INFO PEMILU - BPJS Tanggung Biaya Pengobatan Caleg Stres

Bahkan, kata Irwandi, 300 orang gangguan jiwa itu, masuk dalam DPT bahkan sudah menerima surat undangan untuk memilih 17 April 2019.

Sementara 257 orang lainnya, tambah Irwandi, ada sebagian mereka masuk dalam DPT, namun ada sebagian tidak masuk DPT, menginggat gangguan jiwanya sudah lama dan belum memiliki KTP.

"Iya, kalau 257 gangguan itu sangat rawan untuk memilih, mereka terdaftar,kalau pun harus memilih mereka harus dibimbing, jika tidak akan mengamuk, maka mereka tidak bisa memilih besok," pungkasnya.(*)

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved