Jawaban Resmi KPU Soal Isu Jumlah Suara Prabowo-Sandi Menyusut Karena Serangan Hacker

Namun isu peretasan kerap disebarkan kelompok tertentu yang disebutkan mempengaruhi hasil rekapitulasi di Sistem Informasi Penghitungan Suara

Jawaban Resmi KPU Soal Isu Jumlah Suara Prabowo-Sandi Menyusut Karena Serangan Hacker
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Simak hasil real count KPU Pilpres 2019 melalui kpu.go.id hari ini, Sabtu (20/4/2019) data masuk 4,6 persen, siapa yang unggul Jokowi atau Prabowo? 

SERAMBINEWS.COM - Pasca pencoblosan 17 April, perhatian publik kini tertuju pada rekapitulasi yang dilakukan KPU.

Namun isu peretasan kerap disebarkan kelompok tertentu yang disebutkan mempengaruhi hasil rekapitulasi di Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU.

Terbaru disebutkan suara Paslon 02 susut karena disedot dan dialihkan ke Paslon 01 oleh para hacker.

Hal ini terjadi setelah netizen menemukan perbedaan data C1 beberapa TPS dengan yang tertera di Situng KPU.

Baca: Tak Ingin Bebani Keuangan Negara, Malaysia Ingin Beli Peralatan Militer Secara Barter

Benarkan demikian?

Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Pramono Ubaid Tanthowi menegaskan, kesalahan entry data C1 ke Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) disebabkan karena human error.

Kesalahan itu tak ada sangkut pautnya dengan serangan siber.

"Kami pastikan itu sama sekali bukan karena serangan hack atau serangan cyber, itu betul-betul semata-mata kesalahan entry yang kami sangat terbuka untuk melakukan koreksi," kata Pramono di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2019).

Baca: Prabowo –Sandi Unggul di Aceh Utara, Ini Hasil Perolehan Suara

Pramono menyebutkan, kesalahan terjadi pada entry lima buah C1 di lima TPS yang tersebar di lima provinsi yaitu Maluku, NTB, Jawa Tengah, Riau, dan Jakarta Timur.

Pramono mengatakan, data yang salah itu segera diperbaiki.

Halaman
1234
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved