Surat Suara Tercoblos Diusut

Tim penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) Aceh Utara mulai menginvestigasi kasus seratusan surat suara

Surat Suara Tercoblos Diusut
SERAMBINEWS.COM/Hand Over
Ketua Panwaslih Aceh Utara Yusriadi memeriksa surat suara yang sudah ada di Desa Jamuan Kecamatan Banda Baro Aceh Utara 

LHOKSUKON – Tim penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) Aceh Utara mulai menginvestigasi kasus seratusan surat suara yang sudah tercoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) nomor 6 Desa Jamuan, Kecamatan Banda Baro. Pasalnya, pihak Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara menyatakan semua surat suara yang dikirim ke kecamatan sudah disortir, dan dipastikan tidak ada yang rusak.

Surat suara tercobos itu ditemukan pertama kali oleh seorang pemilih pada saat pemungutan suara, Rabu (17/4). Lalu, setelah diteliti terhadap surat suara yang belum digunakan ditemukan sudah tercoblos untuk DPRK, DPRA, DPRI, DPD dan calon presiden/calon wakil presiden.

“Sekitar pukul 10.20 WIB hari itu, ketika seorang pemilih masuk ke bilik suara dengan memegang lima surat suara. Ketika dibuka ternyata salah satu suara suara sudah tercoblos. Kemudian dia memberitahukan hal tersebut kepada KPPS. Lalu, diganti dengan surat suara yang lainnya,” kata Ketua Panwaslih Aceh Utara, Yusriadi kepada Serambi, Sabtu (20/4).

Disebutkan, pengawas TPS tersebut memberitahukan KPPS untuk memeriksa surat suara sebelum diserahkan kepada pemilih. Ternyata, juga ditemukan beberapa lembar suara yang sudah tercoblos. Proses pemungutan tetap berjalan. Setelah selesai, pengawas meneliti terhadap surat suara yang belum digunakan.

“Ditemukan ada 80 surat suara untuk DPRK yang tercoblos. Kemudian untuk DPRA sebanyak 85 yang sudah tercoblos, dan beberapa surat suara untuk DPR RI, DPD dan calon presiden/wakil presiden yang sudah tercoblos,” ujar Yusriadi didampingi Ketua Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Muhammad Nur Furqan.

Namun, Ketua Panwaslih enggan memberitahukan nama calon dan partai di surat suara yang sudah tercoblos tersebut dengan alasan bagian etik penyelenggara. “Di TPS itu jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 297 orang, dan yang menggunakan hak pilihnya 158 orang,” katanya.

Saat ini, kasus tersebut sedang diinvestigasi oleh tim Gakkumdu untuk pencari pelaku pidananya. Yusriadi menyebutkan, proses pemungutan suara TPS tersebut berlangsung sesuai prosedur. Akan tetapi, panwaslih tidak bisa memastikan apakah sebelum ditemukan surat suara tercoblos oleh pemilih, juga ada surat suara lain yang sudah tercoblos atau tidak.

Ketua Komisi Independen Pemillihan (KIP) Aceh Utara, Zulfikar SH kepada Serambi menyebutkan, yang menentukan kasus pencoblosan suara termasuk pelanggaran pemilu atau kode etik, itu ranahnya panwas. Namun, jika perbuatan tersebut termasuk pelanggaran kode etik, KIP dapat memberikan sanksi kepada badan Ad-Hoc.

“Kita belum mengetahui pelaku yang mencoblos surat suara tersebut sampai sekarang, karena itu ranahnya panwas. Namun, kita pastikan surat suara yang dikirim ke kecamatan itu tidak rusak atau tercoblos, karena sudah disortir,” katanya.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved