Siprus, Negeri Mungil yang Mengagumkan

SIPRUS merupakan negara kecil kepulauan yang berada di Laut Mediterania, di antara Eropa dan Timur Tengah

Siprus, Negeri Mungil  yang Mengagumkan
IST
ISMAIL RASYID, S.E., putra Aceh, CEO Trans-Continent di Jakara, melaporkan dari Siprus

ISMAIL RASYID, S.E., putra Aceh, CEO Trans-Continent di Jakara, melaporkan dari Siprus

SIPRUS merupakan negara kecil kepulauan yang berada di Laut Mediterania, di antara Eropa dan Timur Tengah. Negeri mungil ini hanya berpenduduk sekitar 1, 2 juta jiwa dengan luas lebih kurang 113 km di sebelah selatan Turki dan 120 km lagi di sebelah barat Syiria. Bandingkan dengan penduduk Aceh yang 5,2 juta jiwa dengan luas wilayah 58.377 km persegi, Siprus sangatlah kecil.

Tapi saya kagum bahkan terkesima pada negara ini. Tidak memiliki sumber daya alam seperti halnya Aceh, tanah kelahiran saya. Di Aceh, terdapat potensi emas, tembaga, bahan baku semen, gas alam, dan sebagainya. Siprus justru kebalikan dari Aceh dalam hal kekayaan sumber daya alam. Tapi sebaliknya, penduduk Siprus terbilang sejahtera. Data PBB memperlihatkan, Siprus adalah negara dengan PDB tinggi dan penduduk yang bekerja mendapatkan gaji per bulan .1,600- .2,500 atau sekitar minimal Rp 30 juta/bulan.

Siprus terbagi dua, utara dan selatan. Republik Siprus (Siprus Selatan) memakai bahasa Yunani sebagai bahasa resmi dan agama mayoritas penduduknya Kristen Ortodoks. Sedangkan, Siprus Utara berbahasa Turki dan penduduknya mayoritas Islam.

Saya tiba di negara kecil ini setelah menempuh perjalanan melelahkan dari Jakarta-Singapura-Amsterdam dan berakhir di Siprus. Saya menghabiskan waktu belasan jam terbang ke Siprus untuk menghadiri pertemuan tahunan Worldwide Annual Meeting for Networking Group of Logistics Company selama tiga hari di bulan April ini.

Melalui bendera Trans-Continent, saya telah menjadi anggota organisasi internasional itu sejak 2011. Pertemuan kali ini diikuti oleh perusahaan pengiriman logistik dunia yang diakui profesional.

Dalam pertemuan itu, dirumuskan berbagai kebijakan standar pengiriman hingga standard operating procedure (SOP) keamanan. Maklum, pengiriman bahan-bahan kimia yang tidak memenuhi SOP bisa membahayakan lingkungan hidup, bahkan mengancam nyawa manusia.

Setiap tahun, saya jadwalkan untuk mengikuti pertemuan dunia yang menyatukan pengusaha logistik dari seluruh dunia ini untuk bertatap muka. Melalui pertemuan ini terbuka peluang menguak wawasan dan membuka jaringan. Dalam dunia bisnis, jaringan adalah bagian terpenting yang harus dimiliki oleh setiap pengusaha. Dari jaringan kerjalah, pengusaha memperoleh informasi, bahkan peluang bisnis yang menggiurkan.

Dengan menghadiri secara regular annual meeting ini bisa memperkuat hubungan bisnis yang telah berjalan dengan mitra yang sudah ada, membangun jaringan baru dengan anggota grup yang baru bergabung sekaligus bisa melihat langsung perkembangan infrastruktur di beberapa region seperti Uni Eropa. Saya bisa lihat langsung sistem dan alat transportasi, regulasi di bidang terkait yang sangat perlu untuk dipelajari sehingga mudah bagi setiap anggota bertukar informasi secara langsung dan ini tentunya akan memperlancar bisnis dan pengembangannya ke depan.

Hasilnya, selama menjadi anggota itu, saya memperoleh networks internasional, pengembangan teknologi, dan sistem kerja secara global di bidang logistik yang sangat sensitif. Melalui manajemen logistik, saya menjangkau seluruh dunia dengan pelayanan cepat serta efisien, and on time delivery.

Globalinks meliputi lima benua, beranggota 196 perusahaan dari 96 negara. Konferensi dan pertemuan rutin seluruh anggota diadakan setiap tahun di negara berbeda. Trans-Continent menjadi salah satu kontributor dalam setiap diskusi di grup yang berkaitan dengan project cargo, heavy lift, handling and transportation barang-barang berbahaya.

Di sela-sela konferensi yang melelahkan, saya melawat ke tempat bersejarah. Bukankah jauhberjalan banyak yang dilihat? Rekan saya, warga Siprus, menuturkan bahwa salah satu sumber penerimaan pendapat negaranya adalah dari pariwisata. Siprus menjadi negara tujuan meeting Globalinks tahun ini. Meeting sekaligus mendapatkan orientasi geografis dan ekonomis bagi peserta, serta tempat tujuan yang sangat rileks dan didukung oleh infrastruktur yang sangat baik bagi pariwisata.

Sebenarnya, panorama pantai negara ini tak jauh beda dengan pantai Sabang, Pulau Banyak, dan Lhoknga di Aceh. Cuma, negara dengan pantai yang indah ini ditunjang oleh aspek keamanan yang baik serta sangat nyaman bagi turis, di samping promosi wisatanya pun sangat gencar.

Siprus yang berarti “tembaga kualitas terbaik” terus menggeliat melalui paket wisata sejarah dan bahari yang menjadikan negara mungil ini sebagai tempat favorit pertemuan-pertemuan kelas dunia. Ruang rapatnya mentereng, kulinernya mengesankan, dan suguhan wisatanya mengagumkan. Wisata, inilah bisnis yang akan terus hidup sepanjang manusia bernapas. Nah, ini peluang emas untuk menguras isi kantong turis mancanegara dan domestik. Aceh pun sebetulnya bisa seperti ini. Di mana ada kemauan, pasti ada jalan. []

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved