DPM-PKB Aceh Jaya: Pendamping Desa Sudah Jalankan Tugas Sesuai Aturan

Terkait pernyataan koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat, Edi Syahputra terkait dengan keterlambatan pencairan dana desa di 172 desa..

DPM-PKB Aceh Jaya: Pendamping Desa Sudah Jalankan Tugas Sesuai Aturan
Serambi Indonesia
Gunakan di Gampong, Presiden Jokowi Berharap Dana Desa Tidak Kembali ke Jakarta 

 
DPM-PKB Aceh Jaya: Pendamping Desa Sudah Jalankan Tugas Sesuai Aturan

Laporan Riski Bintang | Aceh Jaya

SERAMBINEWS.COM, CALANG – Terkait pernyataan koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat, Edi Syahputra terkait dengan keterlambatan pencairan dana desa di 172 gampong di Aceh Jaya yang disebabkan tidak berperan maksimal para pendamping desa dibantah oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMPKB) Aceh Jaya, Marzuki.

 

Baca: Suku Amazon Ini Sukses Mengusir Perusahaan Minyak Raksasa yang Ingin Mengeksploitasi Tanah Mereka

Baca: Unjuk Rasa ke Subulussalam, Ini Tuntutan Pedagang Ikan Asal Aceh Selatan

Baca: KNPI Aceh Timur Isi Momen Ramadhan dengan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ke Sekolah

Marzuki menjelaskan, jika pendamping desa dan pendamping kabupaten di Aceh Jaya sudah menjalankan tugas dan fungsi sebagai mana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Pendamping desa dan pendamping kabupaten adalah orang yang turun sesuai dengan aturan, jika tidak sesuai dengan aturan, jangan salahkan mereka, mereka adalah orang yang didik dan ditimpa dengan aturan pemerintah, turun secara teknis di lapangan,” jelasnya saat dimintai tanggapan oleh Serambinews.com. Rabu (15/5/2019)

Marzuki menambahkan, jika memang hal demikian di sampaikan oleh GeRAK berarti sudah sangat berfungsi GeRAK dibandingkan dengan pendamping desa.

Berarti jih yang leubeh berfungsi menurut loen, leubeh berfungsi GeRAK dari pada awaknyoe, kiban hana le, jinoe ken meunan, hanjuet lage nyan lagu, tuleh teumuleh yang brok daerah, jinoe lagenyoe, meunyo peureule tameuhei bagian Keuangan, Bappeda, Inspektorat, DPM, dan PA tameuduk tatanyeng pat kendala jih, hanjeut tatimbak aju, seolah-olah awaknyo penghambat, nyan ken vonis nyan jih, berarti ka hebat that GeRAK ka jeut ke pengadilan"

(Berarti dia lebih berfungsi menurut saya, lebih berfungsi GeRAK dari pada orang ini, gimana tidak ada, sekarang bukan begitu, tidak bisa demikan, tulis menulis yang jelek daerah, sekarang begini, kalau perlu kita panggil Keuangan, Bappeda, Inspektorat, DPM dan PA kita duduk dan kita tanya dimana kendala, tidak bisa menembak terus, orang itu yang, seolah-olah orang itu penghambat, itu sudah vonis namanya, berarti sudah hebat sekali GeRAK sudah jadi pengadilan),” t erangnya kepada Serambinews.com.

Jadi pu ta klarifikasinyan, pu taek bandeng, (Jadi apa yang kata klarifikasi, apa kita naik banding),” tanyanya dengan nada tinggi.(*)

Penulis: Riski Bintang
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved