Keajaiban
Seekor cicak mendecak kagum paras elok seekor burung
Seekor cicak mendecak kagum
paras elok seekor burung
siang malam ia berharap
agar di suatu pagi
bulu-bulu warna-warni itu
merapat di kulitnya yang pucat
tanpa sepengetahuan sang cicak
diam-diam dari ketinggian dahan
seekor burung merasa takjub
bagaimana mungkin seekor cicak
dengan indah merayap di ketiak kayu semau hatinya
seekor burung dan seekor cicak merasa
keajaiban terjadi setiap kali
mereka saling bertemu pandang
Lelaki Bulan
“Lihat! telah kutelan bulan,” katamu
sambil berlari ke arahku dengan dada telanjang
kulit perutmu bersinar terang seperti ada sesuatu
di dalamnya yang bercahaya
mungkinkah itu bulan
Benny Kay, penyair kelahiran Kota Sabang, Pulo Weh. Puisinya termaktub dalam Antologi Puisi Penyair Muda Indonesia, Herbarium (2007).