Gempa Aceh
Jangan Remehkan Tsunami Kecil
tsunami yang terjadi merupakan tsunami kecil dengan ketinggian kurang dari 100 cm. Namun jangan pernah meremehkan tsunami kecil
"Tsunami itu tidak harus berupa gelombang besar.
Kemarin itu tsunaminya ada yang hanya mencapai 80 cm. Memang tidak
begitu siginifikan, tapi itu adalah tsunami. Ini tentu beda dengan
pasang air laut atau gelombang air laun biasa yang hanya di permukaan,"
terang Kepala Bidang Mitigasi Gempa BMKG, Moch Riyadi,
Kamis (12/4/2012).
Sedangkan tsunami itu asalnya dari bawah laut
dan lebih berbahaya ketimbang gelombang air laut biasa. "Meskipun cuma
80 cm, tapi orang yang berenang bisa terseret. Pada 2004 lalu, di Medan
gelombangnya tidak cukup tinggi, kurang dari satu meter. Namun akibatnya
perahu bisa terbalik," sambung Riyadi.
Tsunami kerap ditandai
dengan surutnya air laut secara mendadak. Hal ini juga berbeda dengan
pasang surut. Jika pasang surut yang terjadi, maka surutnya air laut
terjadi perlahan. Sedangkan surutnya air laut pertanda tsunami terjadi
dengan sangat cepat.
"Itu terjadi tiba-tiba. Bahkan apda 2004
lalu, ikan tidak bisa mengikuti sehingga banyak yang terdampar ikannya
karena saking cepatnya. Gelombang baliknya ini yang harus diwaspadai,"
terang Riyadi.
Dari wikipedia, di laut dalam, gelombang tsunami
dapat merambat dengan kecepatan 500-1.000 km per jam. Kecepatan itu
setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut
dalam hanya sekitar 1 meter sehingga laju gelombang tidak terasa oleh
kapal yang sedang berada di tengah laut.
Namun ketika mendekati pantai,
kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun
ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman
gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai.