Gempa Aceh
24 Jam Listrik Mati di Blangpidie
Sebagian wilayah Kecamatan Blangpidie dan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mati arus listrik kurun waktu sekitar 24 jam
Pasca meledak Travo akibat digoyang gempa 8,1 SR tersebut, pasokan arus ratusan rumah pelanggan terputus, meliputi kawasan sebagian wilayah Desa Pasar Blangpidie dan Desa Keude Siblah Kecamatan Blangpidie serta sebagian sebagian wilayah Desa Rawa, dan sekitarnya Kecamatan Susoh.
Ratusan rumah di kawasan tersebut dalam keadaan gelap gulita sejak Rabu sore sampai Kamis pagi dan berlanjut sore kemarin. Sampai berita ini diturunkan sekitar pukul 16.00 WIB arus listrik di rumah-rumah pelanggaran belum menyala.
Peristiwa tersebut sangat merepotkan warga, selain sepanjang Rabu malam, mereka harus menggunakan lilin sebagai penerang dan aktivitas yang sangat tergantung arus listrik menjadi terhenti total. Persediaan air kebutuhan mandi, mencuci di rumah penduduk habis total, sehingga mereka harus menumpang mandi di rumah tetangga yang memiliki sumur air tanah. Banyak warga harus mengangkut air dari sumur-smur di lokasi untuk keperluan memasak dan mencuci.Kalau pun ada warga yang tidak terhenti pekerjaan adalah mereka yang memiliki persediaan generator set (genset). Manajer PLN Ranting Blangpidie, Bahktiar PR dihubungi, Kamis (12/4) siang kemarin menjelaskan, padamnya arus listrik di sebagian wilayah Kecamatan Blangpidie dan Susoh akibat meledak satu unit travo di Jalan Persada atau di depan BRI Cabang Blangpidie dalam peristiwa gempa susulan terjadi Rabu (11/4) sore, sekira pukul 17.34 WIB.
“Travo tersebut meledak setelah digoyang gempa susulan,” ungkap Bahktiar PR. Travo tersebut yang meledak tersebut harus haru diganti, dan harus dipesan dari PLN Cabang Subussalam, sehingga penanganan memerlukan waktu.
Travo dari PLN Cabang PLN Subulussalam tersebut tiba di Blangpidie, Kamis sekitar pukul 13.00 WIB, lengkap dengan mobil crenn untuk memasang travo pada antara dua tiang di lokasi. “Teknisi dari PLN Cabang Subulussalam dan PLN Ranting Blangpidie, sedang bekerja keras mengganti travo yang tidak bisa dipakai tersebut sehingga secepatnya dapat menyala kembali. Kami mohon maaf kepada pelanggan atas peristiwa yang tidak dikehendaki tersebut,” demikian Manajer PLN Ranting Blangpidie, Bakhtiar PR.(nun)