Minggu, 7 Juni 2026

Citizen Reporter

Aceh, Berpolitiklah seperti Denmark

SAYA ingin berkisah sedikit tentang perpolitikan Denmark. Denmark merupakan negara demokrasi yang rakyatnya tidak sungkan-sungkan

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Aceh, Berpolitiklah seperti Denmark
JOHAN MAKMOR HABIB ABDUL GANI

OLEH JOHAN MAKMOR HABIB ABDUL GANI, perantau asal Gayo, melaporkan dari Denmark

SAYA ingin berkisah sedikit tentang perpolitikan Denmark. Denmark merupakan negara demokrasi yang rakyatnya tidak sungkan-sungkan mengeluarkan suara (pendapat) kepada siapa pun. Sekalipun kepada perdana menteri atau raja.

Kebebasan mengeluarkan pendapat ini sangat besar maknanya bagi rakyat Denmark. Tak ada yang perlu mereka takutkan, asalkan masih di dalam koridor undang-undang dan tidak menyinggung perasaan orang lain.  Warga Denmark itu sangat patuh pada undang-undang, seperti juga orang Aceh takut bertindak durhaka (teumerka) kepada orang tuanya.

Di Copenhagen, Denmark, ada slogan yang terpahat di sebuah bangunan: Med Lov Skal Land Bygges (Dengan Undang-Undang Kita Bangun Negara).

Hal ini benar-benar dibuktikan oleh seluruh warga Denmark. Segala sesuatu hal di Denmark harus ada sistem dan aturannya, sehingga kehidupan sehari-hari pun dipengaruhi oleh sistem ini.

Hampir semua keluarga di Denmark punya jadwal padat seminggu dalam kehidupannya. Oleh sebab itu, kalau kita hendak berkunjung ke rumah teman sekalipun, kita harus bikin janji lebih dulu.

Di Denmark juga banyak partai politik. Setiap partai punya cara masing-masing untuk membangun dan mengatur Denmark jika berkuasa. Tapi, mereka tidak beranjak (bertindak di luar ketentuan) dari hukum yang diatur dalam Dasar Negara Denmark.

Perbedaannya hanyalah pada cara pengaturan ekonomi dan cara melayani rakyat. Bisa dikatakan semua partai, jika kadernya berkuasa, tidak jauh beda dalam hal melayani rakyat.

Kehidupan politik yang paling menarik di Denmark justru pada masa kampanye. Debat antarkandidat menjadi agenda sangat penting. Sebab, dengan cara itulah rakyat akan tahu para kandidat ini bisa bertarung atau tidak dan bisa diharap menjadi wakil rakyat atau tidak.

Sejauh yang saya amati, pengertian wakil rakyat di Denmark sangat lain dengan pengertian wakil rakyat kita di Tanah Rencong, Aceh.

Wakil rakyat di Denamrk benar-benar melayani rakyat. Wakil rakyat di Tanah Rencong malah terkadang minta dilayani. Tidak ada intimidasi atau saling hujat dalam pertarungan mendapatkan kursi kekuasaan di Denmark. Semua pihak bertarung secara profesional, fair, dan dewasa.

Tidak ada pula tembak-tembakan, bakar-bakaran, dan pecat-memecat. Yang ada hanyalah memberhentikan diri (ke luar dari keanggotaan) kalau sesorang memang sudah tidak suka lagi pada partainya.

Menjadi anggota partai di Denmark, mudah. Sebelum kita diajak bergabung, kepada kita lebih dulu dikirimi surat. Dalam surat itu ada berbagai opsi jawaban yang barus kita silang (isi). Antara lain ditanyakan apa alasan kita berpartai? Hal itu bertujuan supaya partai yang bersangkutan mengetahui kalau calon anggotanya benar-benar ingin ikut berpartisipasi atau hanya sekadar iseng (ikut-ikutan).

Anggota partai di Denmark punya nomor induk masing-masing. Ini untuk memudahkan dihubungi kalau ada undangan rapat atau lainnya.

Setiap anggota yang terdaftar di partai harus membayar iuran setiap tahun kepada partai. Iuran itu untuk keperluan administrasi partaí dan digunakan untuk acara tertentu.

Politik sehat adalah jiwanya orang Denmark. Karena dengan cara itulah Denmark bisa jalan dan maju terus tanpa berhenti di tempat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved