Puncak Singgah Mata Hanya Bisa Dilintasi Satu Arah
Ruas jalan provinsi di lintasan Jeuram-Takengon kawasan pegunungan puncak Singgah Mata, Kecamatan Beutong
“Longsor yang terjadi kali ini sangat parah, karena badan jalan yang tersisa hanya sekitar 1,5 meter saja dan menyebabkan kemacetan yang panjang di badan jalan,” kata Pj Sekretaris Camat Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya Muhammad Maksum Sip kepada Serambi, Senin (7/5).
Dikatakannya, dua titik longsor terdapat di tanjakan pegunungan, sehingga menyebabkan arus transportasi dari arah Jeuram ke Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, maupun sebaliknya, terganggu karena badan jalan yang ada sangat sempit.
Maksum mengaku, meski longsor sering terjadi di kawasan pegunungan puncak Singgah Mata dan telah beberapa kali dilaporkan kepada intansi terkait di pemerintah Provinsi Aceh, namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda penanganan yang serius, sehingga musibah longsor terjadi hampir setiap bulan khususnya ketika musim hujan tiba.
Selain berdampak terhadap macetnya arus transportasi, kata Maksum, bahan bakar minyak untuk mesin pembangkit listrik PLN di Beutong Ateuh Banggalang, terpaksa didatangkan dari Takengon, Kabupaten Aceh Tengah dengan lama tempuh sekitar dua jam.
“Karena ruas jalan menuju ke Kota Jeuram, Nagan Raya tak bisa dilintasi sehingga pasokan ribuan ton BBM untuk pembangkit listrik di kawasan pedalaman tersebut terpaksa dipasok dari Takengon, Aceh Tengah,” katanya.
Melalui media ini, Muhammad Maksum mewakili masyarakat di Beutong Ateuh Banggalang meminta kepada Pemerintah Aceh untuk segera menangani dua titik longsor di Puncak Singgah Mata itu sehingga arus transportasi tidak terganggu.(edi)