Leica Klasik Menjadi Kamera Termahal di Dunia
Seri 0 mendapat sambutan beragam, namun Leica mengambil risiko dan memproduksi 1.000 unit Leica A pada 1925.
Leica hanya membuat 25 unit Seri 0 tersebut, yang kemudian dikembangkan menjadi kamera kompak Seri A yang memakai film 35mm.
Nilai penjualan membuat kamera ini menjadi kamera termahal di dunia.
Lelang
di Austria pada hari Sabtu (12/5) dimulai dari harga 300.000 euro dan
penyelenggara memperkirakan kamera ini akan terjual di kisaran 600.000
euro.
Namun ketika proses lelang berakhir, harganya mencapai 1,8
juta euro. Pajak dan biaya-biaya lain membuat sang pemenang lelang, yang
tidak diungkap jati dirinya, harus mengeluarkan uang 2,16 juta euro
untuk mendapatkan kamera klasik ini.
Tingginya harga kamera Leica menunjukkan minat yang makin tinggi terhadap kamera-kamera klasik.
Harga tertinggi untuk kamera Leica Seri 0 adalah 1,32 juta euro. Padahal pada 2007, harganya cuma 336.000 euro.
Inspirasi Hollywood
Leica didirikan pada 1849, dikenal sebagai perusahaan lensa dan mikroskop.
Salah
seorang insinyurnya, Oskar Barnack, yang bekerja di divisi mikroskop,
menyukai fotografi dan sejak lama menginginkan kamera kompak.
Ketika itu ukuran kamera sangat besar dan berat.
Ia merancang kamera compact dengan memanfaatkan film 35mm yang banyak dipakai untuk membuat film Hollywood.
Barnack membuat kamera kecil pada 1908-1923 dan jepretan dari periode ini banyak yang masih bertahan hingga sekarang.
Bosnya
menyambut baik gagasan ini dan Leica kemudian memutuskan membuat 25
unit kamera Seri 0, sekaligus untuk mengukur reaksi pasar.
Seri 0 mendapat sambutan beragam, namun Leica mengambil risiko dan memproduksi 1.000 unit Leica A pada 1925.
Pasar menyambut hangat Seri A ini dan pada 1932 Leica memproduksi tidak kurang dari 90.000 unit seri tersebut.