Pilkada Bireuen

Sudah Lima Bulan, PPS Bireuen belum Terima Honor

Para panitia pemungutan suara (PPS) di Kabupaten Bireuen, mempertanyakan uang jerih mereka yang belum dibayar sejak lima bulan

BIREUEN - Para panitia pemungutan suara (PPS) di Kabupaten Bireuen, mempertanyakan uang jerih mereka yang belum dibayar sejak lima bulan terakhir. Kalangan PPS di beberapa desa mengkhawatirkan kondisi ini akan berdampak tidak baik terhadap pelaksanaan pilkada. Sementara pihak KIP Bireuen menyatakan pembayaran akan dilakukan dalam minggu ini, setelah anggaran dari Pemkab cair.

Informasi diperoleh Serambi Minggu (3/6), jumlah PPS mencapai 1.827 orang yang tersebar di 609 desa (2 orang setiap desa). Setiap Ketua PPS Rp 350.000/bulan sementara anggota mendapat Rp 250.000/bulan.  

Faisal, anggota PPS di Desa Uteun Gatom Peusangan  Selatan kepada Serambi, mengatakan, mereka sudah beberapa kali menanyakan ke PPK atau KIP Bireuen, namun belum ada jawaban pasti kapan honor mereka dibayar. Disebutkan, banyak ketua dan anggota PPS lainnya di berbagai desa menanyakan kapan honor mereka bisa diterima. “Hari pencoblosan tidak lama lagi, kami mengharapkan jerih payah kami segera dibayar,” katanya.

Menurut dia, sebelumnya mereka bisa mengerti dengan kesulitan keuangan di KIP Bireuen menyusul belum cairnya anggaran dari Pemkab. “Namun kami tahu dari media bahwa dua minggu lalu uang untuk KIP sudah diberikan oleh Pemkab. Jadi kami berharap uang jerih kami bisa segera dibayar,” kata dia.  

Ditambahkan Faisal, berbagai kegiatan yang dibebankan kepada mereka dalam rangka menyukseskan pilkada sudah dijalankan, seperti pendataan pemilih, mengumumkan nama pemilih tetap, serta sosialisasi tahapan dan menginformasikan berbagai hal menyangkut pilkada di Bireuen.

Menurutnya, honor yang belum dibayar adalah honor untuk Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Bireuen, sedangkan Pemilihan Gubernur sudah selesai semua.(yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved