Rabu, 6 Mei 2026

Citizen Reporter

Rusia yang Sulit Berbahasa Inggris

MOSKOW adalah salah satu kota di dunia setua peradabaan manusia modern. Tapi soal bahasa, mereka memakai bahasa Rusia

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Rusia yang Sulit Berbahasa Inggris
Dahlan Dahi
Laporan Pemred Tribunnews.com, Dahlan Dahi, dari Moskow

MOSKOW adalah salah satu kota di dunia setua peradabaan manusia modern. Tapi soal bahasa, mereka memakai bahasa Rusia. Jarang sekali berbahasa Inggris.

Pada Oktober 2008, saya menghadiri sesi presentasi dari pimpinan Novotni, Kantor Berita Rusia, di depan forum WAN-IFRA di Amsterdam, Belanda. Bahasa Inggrisnya terbata-bata. Beberapa bule terlihat tersenyum. Tapi orang Rusia itu tetap saja percaya diri. “Ini bukan bahasa saya, kok. Salah juga tidak apa-apa,” begitu kira-kira pimpinan Novotni itu bergumam dalam hati.

Rusia adalah bangsa besar dan seperti bangsa besar lainnya--katakanlah Jerman, Italia, atau Spanyol--Rusia mengandalkan bahasa mereka sendiri, bukan bahasa Inggris.

Pendekatan ini masih terasa sampai sekarang. Sejak masuk Demodedovo, bandara internasional Rusia, suasana lokal itu mulai terasa. Bahasa Inggris sangat jarang digunakan, bahkan dalam papan penunjuk arah.

Masuk ke Kota Moskow dengan taksi, segera terasa cita rasa Rusia yang kental. Papan nama gedung-gedung bertingkat, bahkan mal, memakai huruf dan bahasa Rusia. Bukan bahasa Inggris. Ini hampir sama dengan suasana Seoul di Korea Selatan atau Tokyo di Jepang.

Sopir taksi tak mengerti bahasa Inggris seperti kebanyakan sopir taksi di Indonesia. Bedanya, sopir taksi kita malu kalau tak bisa bahasa Inggris. Sebaliknya, sopir Rusia bangga karena hanya bisa berbahasa Rusia.

Panitia II World Media Summit di World Trade Center memakai tenaga relawan dari mahasiswa jurnalistik Rusia State University atau Moscow State University. Tentu saja yang sudah jago-jago berbahasa Inggris.

Beberapa panitia mampu memahami bahasa Inggris, tapi malu untuk berbicara. Persis di Indonesia. Bisa mengerti, tapi malu bercakap.

World Trade Center, sesuai namanya, adalah forum internasional. Demikian pula Crown Plaza Hotel yang terletak satu kawasan dengan WTC. Tapi jangan salah. Tidak semua pegawainya mengerti bahasa Inggris.

Bangsa Rusia bangga sebagai Rusia. Tidak paham bahasa Inggris justru bagus, karena menandakan kentalnya cita rasa Rusia mereka. Jadi, kalau salah berbahasa Inggris, jangan malu-malu. PD aje lagi!

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: redaksi@serambinews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved