Breaking News

Gempa Aceh

20 Bangunan Rusak, 1 Tewas

Gempa berkekuatan 6,4 SR yang mengguncang Simeulue pada Rabu (25/7) pagi merusak sedikitnya 20 bangunan publik dan menewaskan satu

Editor: bakri
* Dampak Gempa Simeulue

BANDA ACEH - Gempa berkekuatan 6,4 SR yang mengguncang Simeulue pada Rabu (25/7) pagi merusak sedikitnya 20 bangunan publik dan menewaskan satu orang. Meski guncangan dirasakan di hampir seluruh wilayah kepulauan tersebut tetapi data kerusakan untuk sementara masih dari tiga kecamatan yaitu Simeuleu Tengah, Salang, dan Simeulue Barat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa bumi dengan parameter 6,4 SR itu terjadi pukul 07.27 WIB pada koordinat 2,51 derajat Lintang Utara (LU) dan 95,90 derajat Bujur Timur (BT) dengan kedalaman pusat gempa (episentrum) 10 km.

Lokasi gempa itu berada pada 24 km barat daya Kabupaten Simeulue, 180 km barat daya Kabupaten Aceh Barat Daya, 184 km barat daya Kabupaten Aceh Selatan, 317 km barat daya Medan (Sumut), dan 1.546 km barat laut Jakarta.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan  Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, hingga Rabu (25/7) siang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simeulue masih terus melakukan pendataan dampak gempa dari delapan kecamatan di kabupaten itu.

Data dari Simeulue dan informasi sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebutkan, gempa tersebut juga menewaskan seorang warga bernama Abudal Alias Puyong (70). Korban meninggal bukan karena tertimpa runtuhan bangunan tetapi diduga karena darah tingginya kumat saat berlari ke luar rumah. Korban tercatat beralamat di Desa Salur, Kecamatan Teupah Barat.  

Data kerusakan
Dampak gempa 6,4 SR tersebut, setidaknya 20 unit bangunan mengalami kerusakan berat dan ringan tersebar di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Simeulue Tengah, Kecamatan Salang, dan Kecamatan Simeulue Barat.

Di Kecamatan Simeulue Tengah, gempa merusak antara lain tiga masjid, satu puskesmas, tiga sekolah, dan satu kantor. Wartawan Serambi di Sinabang menambahkan, salah satu masjid yang paling parah kerusakannya berlokasi di Desa Lambaya, Simeulue Tengah yang mencapai 40 persen struktur bangunan hancur. Sedangkan masjid lainnya, retak-retak atau mengalami kerusakan di bagian kubah.

Di Kecamatan Salang, terjadi kerusakan satu masjid dan satu puskesmas. Sedangkan di Kecamatan Simeulue Barat,  gempa merusak satu masjid, tiga puskesmas, lima kantor, dan satu pasar.

Di Kecamatan Simeulue Tengah, Salang, dan sebagian Alafan, gempa juga merusak jaringan listrik sehingga pelayanan PLN untuk beberapa kawasan terganggu.

Gempa dengan intensitas mencapai V-VI MMI (sedang hingga kuat) berpusat di zona subduksi lempeng Eurasia, dekat dengan Pulau Simeulue. Kondisi masyarakat Simeulue sepanjang siang hingga tadi malam dilaporkan normal, meski pada menit-menit awal pascagempa terjadi kepanikan dan banyak yang melarikan diri ke perbukitan.(*/nas/c48/ant)

Getarkan Pesisir Barat dan Utara
GEMPA 6,4 SR yang berpusat di Simeulue, Rabu (25/7) pagi juga dirasakan masyarakat di pesisir barat dan utara Aceh. Kepanikan dilaporkan sempat terjadi di Meulaboh, ibu kota Aceh Barat, Kota Lhokseumawe, dan wilayah Aceh Utara.

Di Meulaboh, warga sempat berhamburan ke luar rumah ketika merasakan bumi bergetar. Setelah memastikan tak ada gempa susulan, situasi pun berangsur normal dan masyarakat kembali dengan rutinitasnya.

Masyarakat Kota Lhokseumawe dan beberapa wilayah Aceh Utara juga merasakan getaran gempa pada Rabu pagi kemarin. Sejauh pemantauan Serambi tidak terjadi kepanikan berarti di Lhokseumawe. Malah ada yang mengaku tidak merasakan ayunan gempa beberapa detik itu.

Seorang warga Lhokseumawe, Nunung (36) mengatakan, ayunan gempa terasa ketika dia sedang tidur-tiduran. “Saya sempat merasa-rasakan apa betul gempa. Ketika saya lihat ayunan anak saya yang sedang kosong berayun, barulah saya pastikan gempa. Langsung saya bangunkan suami dan membawa anak-anak ke luar,” ujar Nunung.

Di Pantonlabu, Aceh Utara, beberapa warga mengaku merasakan ayunan gempa. Bahkan banyak yang keluar dari ruko namun tak sampai memunculkan kepanikan berlebihan.(edi/bah/ib)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved