Gempa Aceh
Total Kerugian Gempa Simeulue belum Terdata
Total kerugian materiil akibat gempa 6,4 skala Richter (SR) yang menguncang Pulau Simeulue pada Rabu (25/7) pagi, hingga Kamis

SINABANG - Total kerugian materiil akibat gempa 6,4 skala Richter (SR) yang menguncang Pulau Simeulue pada Rabu (25/7) pagi, hingga Kamis kemarin belum diketahui, karena kerugian belum terdata lengkap. Tim yang ditugaskan Pemkab Simeulue untuk mendata masih melaksanakan tugasnya di lapangan dan belum menyampaikan laporan akhir ke bupati setempat.
“Sampai hari ini belum diketahui jumlah total kerugian akibat gempa Rabu lalu, sebab petugas masih mendata di lapangan. Namun, sesuai pengamatan kami yang turun langsung ke lapangan seusai gempa, kerusakan fasilitas publik yang terbanyak terjadi di Kecamatan Simeulue Tengah,” kata Bupati Simeulue, Drs Riswan NS menjawab Serambi, Kamis (26/7) di Sinabang, ibu kota Kabupaten Simeulue.
Simeulue Tengah (Simteng) hanyalah satu dari delapan kecamatan di kabupaten penghasil cengkeh, ikan, dan kerbau itu. Sedangkan dampak gempa dangkal (episentrumnya berkedalaman 10 kilometer) itu dirasakan di seluruh kecamatan dalam Kabupaten Simeulue, bahkan terasa hingga ke Kota Lhokseumawe.
Bupati juga mempertegas bahwa salah seorang korban jiwa di Desa Salur, Kecamatan Teupah Barat, yakni Abudal alias Puyong (70), bukanlah meninggal karena tertimpa reruntuhan bangunan, melainkan terjatuh ketika berusaha ke luar dari dalam rumah saat terjadi gempa. “Menurut warga setempat, almarhum Abudal mengidap penyakit darah tinggi,” ujarnya.
Pantauan Serambi, pascagempa yang mengagetkan warga Pulau Simeulue itu, kini aktivitas warga kembali normal. Seperti terlihat di pusat Kota Sinabang kemarin, transaksi jual beli tetap ramai dan lancar seperti hari-hari biasanya.
Secara terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistic BPBD Simeulue, Kama menambahkan, tim yang diturunkan untuk mendata dampak gempa di delapan kecamatan dalam kabupaten itu masih belum kembali. “Mereka yang meng-input data kerusakan akibat gempa belum pulang. Tadi pagi mereka turun ke lapangan bersama staf Dinas Sosial Simeulue,” kata Kama di ruang kerjanya, Kamis sore.
Sebagaimana diberitakan Serambi kemarin, gempa 6,4 SR mengguncang Simeulue Rabu (25/7) pagi, sehingga merusak sedikitnya 20 bangunan publik dan menewaskan satu orang.
Meski guncangan dirasakan di hampir seluruh wilayah kepulauan tersebut, tapi data kerusakan untuk sementara masih dari tiga kecamatan, yaitu Simeulue Tengah, Salang, dan Simeulue Barat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa bumi itu terjadi pukul 07.27 WIB pada koordinat 2,51 derajat Lintang Utara (LU) dan 95,90 derajat Bujur Timur (BT) dengan kedalaman pusat gempa 10 km.
Sejak 27 Januari 2012, ini kali kelima Pulau Simeulue diguncang gempa yang episentrumnya berada di peraiaran Simuelue. Pada saat terjadi gempa berkekuatan 8,9 SR pada 11 April 2012 lalu di perairan Simeulue, gempa susulannya terasa hingga tujuh kali. (c48)