Rabu, 10 Juni 2026

Lima ABK Artika Ditemukan Selamat

Lima dari sepuluh awak kapal kargo itu ditemukan selamat dalam keadaan mengenakan pelampung

Tayang:
Editor: hasyim
SABANG - Pencarian terhadap anak buah kapal (ABK) KM Artika yang tenggelam Kamis (2/8) sekira pukul 18.15 WIB di perairan antara Sabang dengan Aceh Besar (18 mil dari Pulau Weh), mulai membuahkan hasil. Lima dari sepuluh awak kapal kargo itu ditemukan selamat dalam keadaan mengenakan pelampung sekitar 50 mil laut arah utara Pulau Weh, Jumat (3/8).

Para ABK itu ditemukan oleh awal kapal Sabang Wisata milik Usman Juara, warga Kota Sabang, sekira pukul 15.45 WIB. Di antara lima ABK yang selamat itu termasuk nakhoda kapal, Riswal. Dua lainnya dikabarkan dalam keadaan pingsan saat ditemukan.

“Mereka mengenakan baju pelampung dan menunggangi fiber sebagai pelampung. Mereka melambaikan tangan ke arah kami, lalu kami mengangkat mereka ke kapal,” kata Muslim, awak KM Sabang Wisata kepada Serambi kemarin.

Muslim pula yang mengabari kepada Hamdani, saudagar Kota Sabang yang barangnya berupa 350 ton beras dan lainnya diangkut oleh kapal yang nahas itu bahwa sudah ada ABK Artika yang ditemukan.

Kapal kargo tersebut milik sebuah perusahaan di Tanjung Balai yang disewa H Hamdani untuk mengangkut barang dagangannya ke Sabang. Tim H Hamdani juga ikut aktif mencari para korban dengan Kapal Antasena 706 milik Polair Sabang hingga pukul 03.00 WIB. Tapi karena tak ada tanda apa pun, mereka akhirnya kembali ke Teluk Sabang.

Pagi Jumat (3/8) kemarin sekira pukul 10.00 WIB, Hamdani meminta tiga rekannya melanjutkan pencarian dengan Kapal Sabang Wisata, milik Usman Juara, warga Pasiran, Sabang. Kapal yang awaknya terdiri atas Usman Juara, Muslim, dan Hudai itu kembali ke lokasi awal.

“Sesampai di lokasi seusai siang, Muslim menelepon saya pakai hp. Ia mengabarkan arus laut sedang mengarah kencang ke utara. Akhirnya mereka pun memutuskan mencari ke utara,” katanya.

Baru sekitar 50 mil laut bergerak dari Pulau Weh ke arah Myanmar, lima awak kapal itu ditemukan sekira pukul 16.30 WIB. Saat itu Muslim belum memberi kabar ke Sabang karena sinyal hp buruk.

Seusai mengevakuasi kelima ABK itu ke atas Kapal Sabang Wisata, mereka langsung bergerak pulang dan berhasil memberi kabar ke daratan. H Hamdani yang menunggu di Sabang langsung menyiapkan satu ambulans bersama tim medis di Pelabuhan Teluk Sabang.

Kapal itu tiba pas waktu berbuka puasa. Kelima awak kapal itu dilarikan ke IGD RSUD Sabang.

Pantauan Serambi di IGD RSUD Sabang, kelimanya dirawat intensif. Hanya Iskandar yang terlihat lumayan kondisinya. Ia masih bisa menyebutkan nama sejumlah rekannya.

Sementara Riswal, sang nakhoda, terlihat cemas dan bicaranya terbata-bata. Ia sempat menanyakan kabar tentang teman-temannya yang belum ditemukan.

Saat terapung di laut, mereka sempat menyelamatkan sepuluh paspor dalam toples plastik. Dari sanalah diketahui nama-nama lengkap ABK, termasuk lima awak yang belum ditemukan.

Saat dikunjungi Serambi di RSUD Sabang pukul 22.00 WIB tadi malam, kondisi tiga dari lima ABK itu sudah lebih baik, sehingga sudah memungkinkan dibawa ke bangsal. Dua lagi masih di IGD.

Hari ini, Sabtu (4/8) pukul 04.00 WIB, dijadwalkan tim pencari kembali melanjutkan pencarian. Terdiri atas Adpel, relawan RAPI, Pemko Sabang, TNI-AL, termasuk awak Kapal Sabang Wisata.

Berdasarkan data Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Artika mengantongi izin dari BPKS 18 Juli lalu untuk perusahaan pelayaran CV Asia Sabang Trading atas nama Zakaria.

Adapun muatan yang terdaftar di kapal nahas itu adalah 350 ton beras, 50 jeriken oli, 500 kg bawang putih, 30 ton bawang merah, 100 lembar selimut tebal, 50 lembar karpet, 100 kursi lipat, dan 20 sak tepung terigu. Kerugian barang muatan akibat tenggelamnya kapal itu diperkirakan Rp 2 miliar, belum termasuk harga kapal.

“Tenggelamnya barang-barang saya, itu tak terlalu saya permasalahkan. Yang penting, manusianya selamat,” kata H Hamdani.  Kabari keluarga

Sementara itu, Saiful Ramadan (30), ABK Artika sempat mengabari keluarganya di Desa Bangka Jaya, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara sebelum kapal itu tenggelam, Kamis (2/8) sekira pukul 18.15 WIB di perairan antara Sabang dengan Aceh Besar.

“Dia mengabari bahwa kapal yang ditumpanginya itu sudah bocor akibat dihantam ombak. Keluarga hilang kontak dengan Saiful saat sedang komunikasi. Ketika itu Saiful mengaku sedang memmbuang air dari dalam kapal yang bocor,” kata Keuchik Bangka Jaya, Dedi Faidir kepada Serambi kemarin.  

Lalu, kata Keuchik Bangka Jaya, setelah sahur pihak keluarga Saiful langsung berangkat ke Banda Aceh untuk mencari korban. Sampai tadi malam, Saiful bersama empat rekannya belum ditemukan. (gun/c37)

awak yang ditemukan:
* Riswal (35 tahun), nakhoda * Iskandar (30), juru mudi * Idham Siagian (47), juru mudi * Aminda Putra (28), mualim * Jai (47), mualim 1. Kelimanya merupakan warga Tanjung Balai Asahan, Sumut.

yang belum ditemukan:
* Slamet Harjoko (45) * Saiful Bahri (40) * Rustam Efendi (39), juru masak * M Syafiie (46), masinis * Saiful Ramadhan (30), warga Kota Lhokseumawe, Aceh. (gun)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved