Ramai Mahasiswa Gadai Laptop
Setelah Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah, transaksi di pegadaian kembali stabil secara bertahap. Bahkan dalam dua hari terakhir, unit-unit pegadaian
“Sejak hari pertama buka kembali pada 23 Agustus 2012, transaksi di Unit Pegadaian Syariah (UPS) Darussalam mulai ramai dengan jumlah transaksi sekitar Rp 50 juta per hari. Namun sejak tiga hari terakhir transaksi mencapai 145 juta per hari. Kebanyakan nasabah adalah para orang tua dan mahasiswa yang menggadaikan barangnya untuk keperluan kuliah,” kata Desmanita Soraya, Pengelola UPS Darussalam, di Jalan T Nyak Arief No 451, Darussalam, Kamis (30/8).
Secara umum, lanjut dia emas perhiasan adalah barang yang paling sering dijadikan jaminan, namun bagi para mahasiswa sebagian besar menitipkan laptop milik mereka untuk mendapatkan dana pinjaman dari pegadaian. “Masyarakat umum lebih banyak menggadaikan emas perhiasannya. Kalau mahasiswa banyak yang gadai laptop, kata mereka untuk keperluan membayar uang semester atau skripsi,” ujar Desmanita.
Menurut Desmanita, mahasiswa rata-rata membutuhkan pinjaman sebesar Rp 650.000 sampai Rp 1,5 juta. Sedang masyarakat umum termasuk para kontraktor rata-rata meminjam Rp 10 juta sampai Rp 30 juta. “Bagi yang membawa netbook tanpa CD room paling bisa mendapatkan kredit Rp 650.000 sampai Rp 700.000, sedang yang menggadaikan laptop bermerek dan memiliki CD room bisa Rp 1,5 juta,” sebut Desmanita.(ami)