Sebelum Gantung Diri, PE Tulis Surat untuk Keluarga
Remaja putri yang tewas akibat gantung diri di kamar tidurnya, Kamis (6/9) malam, ternyata mengambil jalan pintas lantaran malu dengan
Dalam surat yang diterima Prohaba, Senin (10/9), PE menceritakan tentang kasus penangkapan dirinya oleh petugas Wilayatul Hisbah (WH) Langsa, Senin (3/9) menjelang shalat subuh lalu. Dalam suratnya, PE bersumpah tak pernah menjual dirinya seperti yang dituduhkan pihak Dinas Syariat Islam Langsa, ketika dia bersama teman wanitanya ikut ditangkap WH.
Surat tersebut berbunyi, “Ayah…, maafin Putri ya yah, Putri udah malu-maluin ayah sama semua orang. Tapi Putri berani sumpah kalau Putri gak pernah jual diri sama orang. Malam itu Putri Cuma mau nonton kibot (keyboard-red) di Langsa, terus Putri duduk di lapangan begadang sama kawan-kawan Putri.”
Pada alinea berikutnya, dia menceritakan alasannya mengambil jalan pintas tersebut. “Sekarang Putri gak tau harus gimana lagi, biarlah Putri pigi cari hidup sendiri, Putri gak da gunanya lagi sekarang. Ayah jangan cariin Putri ya..!!, nanti Putri juga pulang jumpai ayah sama Aris. Biarlah Putri belajar hidup mandiri, Putri harap ayah gak akan benci sama Putri, Ayah sayang kan sama putri..???, Putri sedih kali gak bisa jumpa Ayah, maafin Putri ayah… Kakak sayang sama Aris, maafin kakak ya.. (Putri sayang Ayah).”
Sebelumnya diberitakan, seorang anak baru gede (ABG), PE (16), warga Aramiah, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, ditemukan tewas tergantung di dalam kamar tidur rumahnya. Sejauh ini, belum diketahui kepastian penyebab gadis putus sekolah itu mengakhiri hidupnya secara tragis.
Pihak polisi mengakui, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Sesuai hasil visum luar yang dilakukan awak medis, seorang rekan korban mengaku sempat memergoki PE sesungukan di kamar, di depan meja rias sederhananya. Adegan itu terjadi beberapa saat sebelum PE ditemukan tewas.
Kapolsek Birem Bayeun Iptu Zulkarnaen, kepada Prohaba, Jumat (7/9) memperkirakan PE meninggal sekira pukul 22.00 WIB. Saat ditemukan, PE tergantung dengan seutas tali plastik di kamar tidur rumahnya.
Remaja putri putus sekolah ini pertama kali diketahui tak bernyawa oleh adik lelaki yang masih berumur 11 tahun, Aris.(c42)