Info Beasiswa
Beasiswa Pascasarjana Mendapat Prioritas
Indonesia memperbanyak beasiswa pendidikan di jenjang pascasarjana untuk menambah jumlah doktor.
”Indonesia perlu mengatasi
ketertinggalan dalam jumlah doktor berkualitas yang mampu mendukung
riset yang menghasilkan banyak jurnal ilmiah dan paten,” kata Musliar
Kasim, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan dalam
pembukaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina Ke-5 di Kampus
Universitas Indonesia (UI), Depok, Selasa (25/9).
Data terakhir
menunjukkan, jumlah doktor di Indonesia berkisar 27.000 orang. Sekitar
30 persen di antaranya ada di bidang sains, teknologi, kesehatan, dan
pertanian. Indonesia butuh banyak ahli di keempat bidang ini untuk
mendukung kemajuan ekonomi.
Doktor dibutuhkan untuk melakukan
terobosan lewat riset untuk menghasilkan inovasi yang diperlukan dunia
industri dan berbagai bidang lain.
Menurut Musliar, upaya
memperbanyak doktor di Indonesia dilakukan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan dengan menyediakan beasiswa pendidikan doktor di dalam dan
luar negeri. Tiga tahun terakhir, pemerintah setiap tahun mengalokasikan
beasiswa untuk 3.000 orang di dalam negeri dan 1.000 orang di luar
negeri.
”Untuk meningkatkan doktor, perlu memperbanyak mahasiswa
jenjang S-2 atau magister. Ini juga menjadi komitmen pemerintah. Kalau
S-1, kan, sudah ada beasiswa Bidikmisi,” ujarnya.
Djoko Santoso,
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud, mengatakan, pada 2013
penggunaan bunga dana abadi pendidikan difokuskan untuk program beasiswa
S-2. Minimal 1.000 mahasiswa S-2 akan didistribusikan ke PTN-PTN.
”Beasiswa
S-2 dari dana abadi pendidikan terbuka untuk masyarakat umum,
diutamakan bidang sains, teknologi, dan pertanian. Bisa juga untuk
program studi yang sepi peminat tetapi dibutuhkan,” kata Djoko.
Bidang vokasi
Penambahan
lulusan S-2 dan doktor juga mulai difokuskan dari pendidikan tinggi
vokasi. Pada tahun 2013 dibuka percontohan di tiga politeknik.
Magister
terapan mulai dibuka di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya untuk
magister terapan bidang elektronika dan Politeknik Negeri Bandung untuk
magister terapan bidang infrastruktur. Adapun Politeknik Negeri Jember
akan membuka magister terapan bidang pertanian.
Terkait
pelaksanaan OSN Pertamina yang bekerja sama dengan UI dan Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud, peserta tahun ini sebanyak 19.238
mahasiswa dari PTN dan PTS di 33 provinsi. Tahun sebelumnya, jumlah
peserta 16.748 mahasiswa.
Ali Mundakir, Vice President Corporate
Communication PT Pertamina, mengatakan, pelaksanaan OSN bidang sains ini
meliputi kategori teori, yaitu matematika, fisika, kimia, dan biologi.
Selain itu juga ada kategori proyek sains, diutamakan inovasi sumber
energi terbarukan.
Menurut Ali, Pertamina butuh peneliti bidang
sains dasar dan migas untuk pengembangan Pertamina, terutama
pengembangan energi terbarukan yang ramah lingkungan. ”Kami juga membuka
peluang menyekolahkan hingga doktor,” katanya. (ELN)