Minggu, 10 Mei 2026

Iran VS Amerika

Iran vs Amerika di Ambang Perang, Indonesia Bisa Kena Efek Domino Global

Iran tidak akan main-main dalam merespon setiap pergerakan yang dilakukan oleh AS.

Tayang:
Editor: Amirullah
US Navy
KAPAL INDUK AS - Foto yang dirilis situs resmi Angkatan Laut Amerika Serikat (U.S. Navy) memperlihatkan kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN 72) melakukan latihan putaran kecepatan tinggi di Samudra Atlantik selama uji coba laut di Samudra Atlantik, pada 11 Mei 2017. Kelompok serang kapal induk dan aset lainnya akan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang. 

SERAMBINEWS.COM - Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Iran menyatakan kesiapannya menghadapi perang dengan Amerika Serikat (AS).

Pernyataan tegas tersebut muncul menyusul pergerakan armada militer AS yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln ke kawasan Samudra Hindia.

Kapal induk tersebut dilaporkan berlayar bersama tiga kapal perusak pendamping dan dijadwalkan tiba di wilayah Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan.

Langkah ini dinilai Iran sebagai sinyal eskalasi serius dari Washington.

Seorang pejabat senior Iran menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam jika AS melancarkan serangan, sekecil apa pun bentuknya. Iran, kata dia, akan membalas dengan respons yang lebih besar dan keras.

“Pengerahan militer ini kami harap tidak dimaksudkan untuk konfrontasi nyata. Namun, militer kami siap menghadapi skenario terburuk. Itulah sebabnya seluruh elemen pertahanan berada dalam kondisi siaga tinggi,” ujar pejabat Iran tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim, seperti dikutip dari The Independent, Sabtu (24/1/2026).

Sebelum menggerakkan USS Abraham Lincoln ke Samudra Hindia, AS terlebih dahulu menyiagakan tiga kapal tempur di Bahrain serta dua kapal perusak di Teluk Persia.

Secara keseluruhan, pengerahan militer ini membawa sekitar 5.700 personel tambahan ke kawasan Timur Tengah.

Iran menilai konsentrasi kekuatan militer AS tersebut sebagai ancaman nyata terhadap kedaulatan dan stabilitas regional. Tehran pun menegaskan sikap kerasnya terhadap setiap potensi agresi.

“Kali ini kami akan menganggap setiap bentuk serangan—terbatas, tidak terbatas, terarah, kinetik, apa pun istilahnya—sebagai perang habis-habisan. Dan kami akan merespons dengan cara sekeras mungkin untuk menyelesaikan ini,” tegas pejabat tersebut.

Baca juga: Daftar Kode Redeem FF 26 Januari 2026, Hadiah Skin, Bundle hingga Diamond Gratis

Baca juga: Rekor Baru Lagi! Harga Emas Pegadaian Melejit di Awal Pekan, UBS Kini Tembus Rp3 Juta

Menjaga Kedaulatan

Dikutip dari Kompas.com, Iran menegaskan bahwa pihaknya akan berusaha keras menjaga kedaulatannya. 

“Jika AS melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Iran, kami akan merespons,” tegas pejabat senior tersebut.

Ia menambahkan, Iran berupaya memulihkan keseimbangan kekuatan di kawasan demi menghadapi ancaman yang terus menerus datang dari AS.

“Sebuah negara yang terus-menerus berada di bawah ancaman militer dari AS tidak punya pilihan lain selain memastikan bahwa semua yang dimilikinya dapat digunakan untuk melawan," pungkasnya.

Eskalasi ini terjadi setelah AS berulang kali mengancam akan menyerang Iran jika pemerintah bunuh demonstran.

Baca juga: Iran Siaga Perang, Armada Tempur AS Banjiri Timur Tengah, Serangan AS akan Dibalas Habis-habisan

Dampak Terhadap Indonesia

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved