Liputan Haji 2012
25 Jemaah Haji Indonesia Meninggal
Berikut 25 orang Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci
"Hari ini
(Selasa, 9/10/2012), tiga orang jemaah haji Indonesia meninggal dunia di
Arab Saudi," kata Kepala Misi Haji Indonesia Daker Mekkah, Arsyad
Hidayat.
Ketiganya adalah Suripto, Sudirman, dan Suhaimin.
Suripto bin Suwandi (63) yang tergabung dalam Kloter (kelompok terbang)
28 Embarkasi Solo meninggal di pondokan Madinah karena menderita
gangguan pada sistem pernapasan.
Sudirman bin Abdullah Ikhwan
(72) yang tergabung dalam Kloter 55 Embarkasi Solo meninggal di Bandara
Jeddah akibat sistem pernapasan.
Sementara Suhaimin bin Abdul
Gani (62) yang tergabung dalam Kloter 25 Embarkasi Ujungpandang,
Makassar, meninggal di masjid di Mekkah akibat gangguan pada sistem
sirkulasi.
Hingga Selasa siang, tercatat 80.538 orang jemaah
Indonesia dari 197 kloter yang tiba di Mekkah. Tahun ini, Indonesia
mendapat kuota haji 211.000 orang, yakni 194.000 orang dari haji reguler
dan 17.000 orang dari haji khusus.
Menurut seorang dokter
petugas kesehatan haji Indonesia, cuaca dan kelelahan sebagai faktor
utama penyebab meninggalnya sebagian jemaah haji Indonesia yang umumnya
berusia lanjut.
Berikut 25 orang Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci.
1. Siti Rahmatia binti Yasin (67) dari Embarkasi Ujungpandang.
2. Sumardi SM (55) dari Embarkasi Solo.
3. Indriano bin Khairunas (49) dari Embarkasi Padang.
4. Juju bt Lili Adinata (54) dari Embarkasi Jakarta.
5. Endang Rusmiyatun bt Rusmin (50) dari Embarkasi Solo.
6. Saodah Muawanah bt Katiran (58) dari Embarkasi Surabaya.
7. Yusupadi bin Marjo Suwito (62) dari Embarkasi Solo.
8. Yoso Sudarmo bin Pawiro Rejo (58), dari Embarkasi Solo.
9. Toto bin Ahmad Rejo (64), dari Embarkasi Solo.
10. Sumiyat Proyitno bin Karyono (53) dari Embarkasi Jakarta.
11. Sarimanih bt Siarun (70) dari Embarkasi Padang.
12. Syaribanun HM Hasan (81) dari Embarkasi Medan.
13. Sutarno bin Prawirosuratno (63) dari Embarkasi Solo.
14. Samiah binti Akim (67) dari Embarkasi Banda Aceh.
15. Suwardi bin Kartonawi (72) dari Embarkasi Jawa Barat.
16. Muji Rahayu Dwi Astuti bint Asrukan (34) dari Embarkasi Solo.
17. Ilyas bin Tgk Syik (50) dari Embarkasi Banda Aceh.
18. Syaifullah bin RW Syamubi (65) dari Embarkasi Palembang.
19. Rosna Siregar bt H Mhd Soleh (45) dari Embarkasi Medan.
20. Umuri bin Laheri (58), dari Embarkasi Ujungpandang.
21. Syarifuddin bin Juned (59) dari Embarkasi Banda Aceh
22. M. Chifki bin Imam Mochtar (58) dari Embarkasi Solo.
23. Suripto dari Embarkasi Solo.
24. Sudirman dari Embarkasi Solo.
25. Suhaimin dari Embarkasi Ujungpandang.
Menurut informasi anggota masyarakat Mekkah yang telah berkali-kali menjadi petugas haji, jemaah yang meninggal biasanya lebih banyak pada akhir-akhir musim haji, terutama pada saat wukuf di Arafah karena faktor fisik yang lemah akibat kelelahan dan pengaruh cuaca.
Oleh sebab
itu, kata petugas kesehatan haji tersebut, jemaah haji perlu
mempersiapkan diri dari sisi kesehatan dalam menghadapi puncak haji itu
agar tetap sehat sampai berada di Indonesia kembali.