Info Beasiswa
Beasiswa Bagi Anak Berkebutuhan Khusus
Kementerian menyediakan beasiswa sebesar Rp 1 juta per tahun untuk setiap ABK atau anak dengan orangtua berkebutuhan khusus
Kementerian
menyediakan beasiswa sebesar Rp 1 juta per tahun untuk setiap ABK atau
anak dengan orangtua berkebutuhan khusus. Program ini sudah dimulai
sejak tahun 2011 lalu dan dilaksanakan melalui kerjasama dengan asosiasi
kecacatan Perkins Internasional.
"Kami menggunakan dana dari
APBN Perubahan untuk memberikan bantuan beasiswa bagi ABK ganda ini,"
kata Direktur Pembinaan dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar
Kemendikbud, Dr Mudjito AK MSi dalam Workshop 'Pengembangan Kurikulum
bagi Peserta Didik Tunanetra Ganda di Yogyakarta di SLB Helen Keller.
Selain beasiswa bagi ABK, sekolah yang
melayani ABK juga mendapatkan bantuan operasional sebesar Rp 40 juta
per tahun dengan sistem fixed cost. Sekolah juga memperoleh bantuan sosial e-learning senilai Rp 50 juta per sekolah.
Bantuan
itu diberikan karena Angka Partisipasi Kasar (APK), termasuk ABK ganda
di tingkat pendidikan dasar masih sangat minim, yaitu baru sekitar
30,5 persen dari sekitar 300 ribu ABK usai sekolah di Indonesia.
"Dengan
bantuan ini diharapkan akan mengurangi beban orangtua yang memiliki
ABK atau sebaliknya, dan akan meningkatkan APK dari sekitar 30,5
persen menjadi 65 persen," lanjutnya.
Mudjito menambahkan,
ke depan Kemendikbud akan mengembangkan program bekal kemandirian bagi
ABK yang bertajuk 'From School to Post School Transition Program'.
Mereka harus mulai belajar kewirausahaan sejak dini sesuai dengan
kemampuan dan keinginan.
"Dengan demikian ketika beranjak
dewasa, merek tidak lagi tergantung pada orang lain,tapi dapat hidup
mandiri dan bersaing dengan masyarakat umum," ungkapnya.
Sementara Kepala SLB Helen Keller, Suster Magdalena mengatakan, saat ini
ada 32 ABK ganda di sekolah tersebut. Sekolah masih kekurangan jumlah
guru yang profesional untuk mendidik ABK ganda yang harus diperlakukan
secara khusus. Selain itu, sekolah juga bekerja sama dengan sejumlah
pihak untuk memberikan pelatihan bagi guru agar memiliki kompetensi yang
memadai untuk mendidik ABK.
Konsultan Pendidikan dari Perkins
Internasional Thailand, Kansinanat Thongbai yang ikut hadir dalam
workshop tersebut mengungkapkan, melalui kegiatan bersama itu
diharapkan menambah pengetahuan tentang pendidikan bagi ABK ganda.
Dia menyebutkan bahwa di Thailand, ada sekitar 5.000 ABK berkebutuhan
ganda. Namun, baru ada sekitar 13 SLB. Oleh karena itu, mereka
menjadikan Indonesia sebagai tujuan untuk belajar tentang pendidikan
bagi ABK dan menjajaki kerja sama program pertukaran guru.
Kansinanat menambahkan pemerintah Thailand memberikan dukungan penuh
bagi pengembangan pendidikan ABK melalui program beasiswa bagi ABK
hingga ke tingkat pendidikan tinggi.
"Ada sekitar 100 anak
berkebutuhan khusus di Thailand yang diberikan beasiswa hingga ke
universitas untuk nantinya menjadi guru bagi anak berkebutuhan khusus
lainnya," tandasnya.