Rabu, 10 Juni 2026

Teror Bom

Senpi Gumok Akan Diuji Lab

Sebanyak 14 pucuk senjata api (senpi) yang ditemukan di belakang rumah Gumok di kawasan Kecamatan Peusangan Siblah Krueng

Tayang:
Editor: bakri
BIREUEN - Sebanyak 14 pucuk senjata api (senpi) yang ditemukan di belakang rumah Gumok di kawasan Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen beberapa waktu lalu dalam minggu ini akan dibawa ke Medan untuk diperiksa di laboratorium (lab) balistik. Untuk diketahui, Gumok adalah satu dari empat tersangka kasus pelemparan granat ke rumah bupati Bireuen.

“Tujuannya, untuk memastikan apakah senjata tersebut sudah pernah digunakan sebelumnya untuk berbagai tindakan kriminal atau memang sudah lama disimpan,” ujar Kapolres Bireuen, AKBP Yuri Karsono SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Benny Cahyadi kepada Serambi, Kamis (29/11).

Menurut Kasat, tersangka pemilik senjata api itu masih satu orang yaitu Gumok. “Gumok menyatakan senjata itu milik Saiful Cagee yang sudah meninggal. Jawaban itu seperti sudah direkayasa agar proses penyelidikan terputus pada Gumok saja. Tapi, tim penyidik terus berusaha menggali berbagai informasi tentang kepemilikan senjata itu,” katanya.

Kuat dugaan, tambah Iptu Benny, senjata dalam jumlah banyak dan disimpan dalam peti itu kemudian ditanam di belakang rumah bukan milik satu orang saja. Seperti diberitakan, sebelumnya saat penyelidikan kasus penggranatan rumah bupati Bireuen, tim Polres Bireuen menemukan 15 pucuk senpi yang ditanam di belakang rumah Gumok, Sabtu 6 Oktober lalu.(yus)

Dahlan Akui Granat Rumah Bupati
DAHLAN alias Waklan (40) warga Geulanggang Kulam, Kota Juang Bireuen yang ditangkap beberapa hari lalu akhirnya mengakui bahwa dirinya yang menembakkan granat menggunakan GLM ke rumah bupati Bireuen, 19 September lalu. “Waklan sudah akui semua perbuatannya bersama tiga temannya,” ujar Iptu Benny.

Menurutnya, pemeriksaan keempat tersangka berjalan lancar. Kini,  lanjut Benny, tinggal pemeriksaan terakhir dan berkasnya segera dilimpahkan ke Kejari Bireuen untuk proses lebih lainjut. “Soal  motif, mereka masih lempar tanggung jawab,” pungkasnya.

Sementara warga Desa Geulanggang Kulam, Fuadi Soni, kemarin mengakui Dahlan adalah warga desa itu, tapi banyak masyarakat tak mengenalnya karena jarang mengikuti kegiatan gampong maupun rapat-rapat di meunasah.(yus)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved