Atjeh FC Juara
Seperti sudah diprediksikan awal, tuan rumah Atjeh FC sukses tampil sebagai juara turnamen sepakbola internasional Piala Gubernur Aceh
Hadiah Spesial untuk Ultah
DATANG dari bangku cadangan, ternyata mampu mengubah permainan Atjeh FC. Bahkan untuk pertarungan final turnamen sepakbola internasional Piala Gubernur Aceh 2012, dia hanya bermain 39 menit. Tetapi, sosok pemain itu mampu menghidupkan alur serangan tuan rumah.
Dia adalah Defri Rizki. Pemain kelahiran 10 Desember 1989 di Takengon, Aceh Tengah, yang tadi malam, dinobatkan sebagai pemain terbaik di turnamen berhadiah Rp 250 juta, di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh.
Kecuali tampil konsisten di penyisihan grup dan semifinal, pemain PON Aceh 2008 itu juga mampu menyumbangkan 1 gol ke gawang Semen Padang. “Alhamdulillah, saya kaget dengan penghargaan ini. Terima kasih banyak kepada rekan-rekannya yang sudah membantu saya hingga bisa tampil sebagai pemain terbaik. Ini akan menjadi motivasi bagi saya dalam berkarier di sepakbola,” kata anak kedua dari pasangan Bakri dan Siti itu.
Dalam Piala Gubernur Aceh kali ini, pemilik kostum 22 itu berhasil menyumbangkan dua gol. Boleh dibilang, kedua gol tersebut sangatlah berarti untuk tim. Misalnya, gol ke gawang DPMM membuat Atjeh mampu unggul 3-2. Begitu juga gol ke gawang kubu Semen Padang mengukuhkan kemenangan Atjeh FC.
Namanya mencuat di blantika sepakbola selepas tampil bersama dengan Tim PON Aceh di Kalimantan Timur 2008. Sejak itu, Defri pun malang melintang bersama Persiraja Banda Aceh, Persikabo Bogor, dan Persih Tembilahan. Soal kemampuan, pegawai PDAM Tirta Daroy tersebut, tak usah diragukan lagi.
Gelar pemain terbaik itu setidaknya menjadi kado spesial bagi ulang tahun ke-23. Ya, Defri baru saja memperingati hari kelahiran pada 10 Desember lalu. Kini, dengan gelar tersebut kian memantapkan kalau dirinya memang layak berada dalam tim terbaik Aceh. Selamat Defri! (imran thaib)
Talenta Lokal
ALHAMDULLILAH, kami mengucapkan syukur kepada Allah yang telah memberi tim sebagai juara. Sejak awal turnamen, kami tak pernah menargetkan untuk gelar juara. Namun, sebaliknya, kami memiliki obsesi agar bisa merebut kemenangan di setiap pertandingan.
Keberhasilan ini tak lepas dari talenta lokal. Ini bukti nyata kalau anak-anak Aceh mempunyai kemampuan setara dengan pemain di daerah lain. Terima kasih banyak atas dukungan para penonton selama kami bertanding.
* Effendi HT, Pelatih Atjeh FC.(ran)
Puas
MEMANG, hasil pertandingan kami kalah 0-2. Namun, dari sisi permainan anak-anak selama 90 menit, saya sangat puas. Karena, dengan pemain lapis kedua, kami mampu mengimbangi tuan rumah di partai final. Tentunya ini memberikan manfaat bagi pemain muda.
Ketidakhadiran pemain bintang tak membuat kami menjadi masalah. Turnamen ini juga sebagai bentuk persiapan pra musim kami untuk menghadapi guliran kompetisi IPL musim 2012/2013.
* Jefri Sastra, Asisten Pelatih Semen Padang.(ran)